eramuslim

Pamer Gaya di Bernabeu, Istri Bupati Enrekang Diserbu Warganet: ‘Sosialisasi PKK atau Liburan Mewah?

Eramuslim.com - Setelah viralnya isu pelesiran istri Menteri Koperasi dan UKM, kini giliran Ratnawati Muchlis, istri Bupati Enrekang, Yusuf Ritangnga, yang menjadi sasaran kritik publik. Sebuah video lama Ratnawati mendadak kembali viral karena memperlihatkannya bergaya santai di Stadion Santiago Bernabéu, markas Real Madrid di Spanyol, sambil menyampaikan ajakan mengikuti Festival PKK di Enrekang.

Alih-alih menuai pujian, aksi pamer gaya itu justru memancing amarah netizen. Kolom komentar media sosial pun penuh dengan sindiran pedas dan pertanyaan tajam soal dana perjalanan tersebut.

Akun @tuanpinski menyindir dengan tajam, “Wajahnya menggambarkan hukum negeri ini. Tajam ke bawah.”
Sementara akun @WHendratmoyo memperingatkan, “Mbok ya sadar… pejabat jangan gampang pamer di medsos, selain tidak pantas, itu tanda hati nurani mati terhadap penderitaan rakyat.”

Bahkan ada yang menduga perjalanan tersebut mungkin saja menguras dana publik. “Dugaan istri bupati jalan-jalan ke Madrid kira-kira menyerap APBD nggak ya?” sindir akun @Bsemangat.

Tak sedikit netizen mengecam video Ratnawati yang justru mengajak warga ikut senam dan jalan santai dari lokasi mewah di luar negeri. “Sosialisasi PKK aja dari Santiago Bernabeu. Jangan-jangan Posyandu dari San Siro,” tulis akun @Khuluq3339991.
Komentar lain lebih frontal, menyebutnya sebagai bentuk “aji mumpung” dan bahkan ada yang menyebutnya “sampah masyarakat”.

Dalam video tersebut, Ratnawati mempromosikan rangkaian acara PKK Festival yang akan digelar di Enrekang dari 15–18 Mei 2025, mulai dari lomba tilawah, fashion show, hingga bazar UMKM dan jalan santai.

Namun warganet menganggap pesan itu hanya “bungkus formalitas” dari gaya hidup jetset yang tidak peka terhadap kondisi rakyat di tengah krisis ekonomi.

Kasus ini kian membakar emosi publik karena hanya berselang dari viralnya dugaan perjalanan istri pejabat ke luar negeri memakai dana negara, seperti yang dituduhkan pada Agustina Hastarini, istri Menteri UMKM Maman Abdurrahman.

Akun @gumpnhell bahkan menyindir fenomena ini sebagai “budaya jalan-jalan berkedok tugas negara”, bagian dari kearifan lokal bangsa besar berjiwa kerdil. Beberapa netizen menduga praktik ini telah berlangsung lama dan sistematis.

Akun @AdamVelcro menyebutnya terang-terangan sebagai penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power), sementara @raikage810 melihat pola yang terus berulang dan tidak lagi mengejutkan.

Isu ini mencerminkan keresahan masyarakat terhadap gaya hidup pejabat dan keluarganya yang makin mencolok, seringkali tak sejalan dengan semangat pelayanan dan keadilan sosial yang seharusnya diemban.

Sumber: fajar.co.id