eramuslim

Pancasila Kok Dibandingkan dengan Al-Qur'an?

Eramuslim.com - KH. Hasyim Asy’ari menukil dalam kitab karyanya, Risalah Ahlis Sunnah wal Jama’ah satu hadits tentang tanda-tanda sudah dekat datangnya hari Qiamat, “Siang dan malam tidak akan hilang sampai Al-Qur’an lapuk di dalam dada beberapa golongan dari umatku seperti halnya baju yang lapuk, sementara bacaan yang lain lebih menarik bagi mereka, dan urusan mereka menjadi ketamakan semua. Ia tidak diliputi rasa takut ketika ia melalaikan hak Allah SWT. Jiwanya diselimuti harapan-harapan sembari melanggar hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Ia mengatakan: “Aku berharap Allah SWT berkenan mengampuni dosa-dosaku.” (Kitab: Hilyatul Auliya, Imam Abu Nu’aim Al-Ashbahani).

Jangankan mau mengamalkan isi Alquran, atau minimal mau membaca Alquran, bahkan saat ini sudah ada orang Indonesia yang mempertanyakan, “Mana lebih bagus Pancasila sama Alquran ?” seperti yang dilontarkan oleh Sukmawati Soekarno Putri dalam satu acara diskusi bertajuk ‘Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme, hari Senin 11 November 2019.

Dengan adanya kejadian seperti ini, sudah sangat jelas menandakan betapa hampanya dada Sukmawati dari Alquran, dan ini menjadi bukti pula bahwa sabda Rasulullah SAW tersebut di atas, benar-benar telah terjadi di akhir jaman.

Terlebih jika diingat, bahwa Sukmawati juga dikenal oleh publik sebagai pembaca puisi, bukan pembaca Alquran, hingga salah satu puisi Sukmawati sempat menjadi viral di kalangan umat Islam bangsa Indonesia, dan puisi itulah yang melambungkan namanya, hingga mendapatkan julukan dari umat Islam dengan panggilan “Nenek Konde” yaitu puisi yang berjudul Ibu Indonesia.

Dari sisi ini, dapat pula dikatakan bahwa keberadaan Sukmawati yang hidup di jaman sekarang, termasuk sebagai salah satu tanda semakin dekatnya kedatangann hari Qiamat, sebagimana yang termaktub dalam hadits di atas. Berikut isi lengkap puisi Sukmawati.

BU INDONESIA

Aku tak tahu Syariat Islam

Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah

Lebih cantik dari cadar dirimu

Gerai tekukan rambutnya suci

Sesuci kain pembungkus ujudmu

Rasa ciptanya sangatlah beraneka

Menyatu dengan kodrat alam sekitar

Jari jemarinya berbau getah hutan

Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia

Saat penglihatanmu semakin asing

Supaya kau dapat mengingat

Kecantikan asli dari bangsamu

Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif

Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam

Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok

Lebih merdu dari alunan azan mu

Gemulai gerak tarinya adalah ibadah

Semurni irama puja kepada Illahi

Nafas doanya berpadu cipta

Helai demi helai benang tertenun

Lelehan demi lelehan damar mengalun

Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia

Saat pandanganmu semakin pudar

Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu

Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya. (*)

*Penulis: KH. Luthfi Bashori (sumber)