eramuslim

Pasca Ram Navami Massa Hindu Lakukan Kekerasan ke Warga Muslim di India: Setiap Hari Mimpi Buruk

Najmuddin, warga muslim India yang tokonya dihancurkan oleh polisi India (Meer Faisal)

Najmuddin, warga muslim India yang tokonya dihancurkan oleh polisi India (Meer Faisal)

Eramuslim.com - Bentrokan antara massa Hindu dan Muslim  selama festival Hindu Ram Navami telah membuat polisi  di India untuk memberlakukan jam malam di beberapa negara bagian India . Polisi di negara bagian Madhya Pradesh juga menghancurkan beberapa rumah milik Muslim.

Setidaknya satu orang tewas dan beberapa rumah atau toko dibakar pada hari Senin. Di negara bagian Madhya Pradesh, pemerintah distrik menghancurkan rumah-rumah banyak dari Muslim dan menuduh penduduk terlibat dalam prosesi pelemparan batu oleh massa Hindu.

Tak hanya itu, banyak video di media sosial yang menunjukkan massa Hindu melempari batu ke masjid di beberapa daerah dan DJ memainkan musik keras di luar masjid.

"Polisi datang untuk menghancurkan kompleks masjid Agung. Mereka mendobrak jendela toko tetapi kemudian mereka pergi setelah Muslim  menghadang mereka. Tetapi mereka telah kembali lagi dan mulai menghancurkan kompleks itu," sebagaimana dilansir TRT World pada 12 April 2022.

Kekerasan tersebut dimulai pada hari Minggu, 10 April 2022 ketika komunitas Muslim keberatan dengan seorang DJ yang memainkan musik yang tidak pantas dalam prosesi tersebut. Ini diikuti dengan pelemparan batu dan pembakaran di banyak tempat di kota.

Orang lain terluka dalam insiden itu sementara beberapa toko dibakar.

“Massa (orang) Hindu, beberapa yang diduga merayakan #RamNavami, menyalahgunakan dengan meneror & dan menyerang Muslim  di banyak negara bagian (Rajasthan, MP, Karnataka, Gujarat) selama #Ramadhan . Perdana Menteri #NarendraModi & pemerintahnya diam. Polisi yang melihat hanya bersikap pasif," tulis akun @samar11, seorang reporter.

“Seperti yang saya katakan, dunia telah memilih untuk menutup matanya. Kami, di India , sedang menjalani mimpi buruk seperti Nazi Jerman dan beberapa terus menyebut ini berlebihan. 220 juta penduduk Muslim di India sedang dipermalukan dan diserang. SETIAP HARI BERDARAH,” kata Rana Ayyub, seorang jurnalis muslimah India.

 

Namun, menurut kepala media setempat mengatakan bahwa insiden itu direncanakan dengan matang dan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa di India telah menargetkan umat Islam.

"Semuanya dilakukan di bawah pengawasan pemerintah. Bagaimana pemerintah dan pihak berwenang menentukan siapa orang-orang yang terlibat dalam kerusuhan hanya dalam beberapa jam setelah kejadian dan tanpa melakukan penyelidikan?" katanya.

Namun, menurut kepala media setempat mengatakan bahwa insiden itu direncanakan dengan matang dan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa di India telah menargetkan umat Islam.

"Semuanya dilakukan di bawah pengawasan pemerintah. Bagaimana pemerintah dan pihak berwenang menentukan siapa orang-orang yang terlibat dalam kerusuhan hanya dalam beberapa jam setelah kejadian dan tanpa melakukan penyelidikan?" katanya. (Hops)