eramuslim

PBB Perkirakan 200.000 Pengungsi Suriah Akan Kembali dari Yordania pada Akhir 2025

Eramuslim.com - PBB memprediksi bahwa sekitar 200.000 pengungsi Suriah yang tinggal di Yordania akan kembali ke Suriah pada akhir 2025. Jumlah ini termasuk dari perkiraan total 1,5 juta pengungsi yang akan kembali dari negara-negara tetangga seperti Turki, Lebanon, dan Mesir.

Laporan tahunan UNHCR (Global Trends 2024) menyebutkan bahwa sudah ada hampir 2 juta warga Suriah yang pulang ke negaranya setelah bertahun-tahun hidup sebagai pengungsi. Mereka ingin membangun kembali hidup mereka meskipun kondisi di sana masih belum stabil.

Keinginan untuk pulang meningkat drastis setelah rezim Suriah jatuh pada Desember 2024. Survei terbaru menunjukkan 27% pengungsi sekarang berencana pulang dalam waktu satu tahun—padahal sebelumnya hanya 2%.

Namun, lebih dari separuh pengungsi masih ragu karena khawatir soal keamanan, rumah yang sudah hancur, dan minimnya layanan penting seperti listrik dan rumah sakit.

Dari mereka yang ingin pulang, sebagian besar ingin kembali ke kampung halamannya sendiri, berharap bisa membangun ulang komunitas mereka dari nol.

PBB menekankan pentingnya kepulangan yang aman, sukarela, dan bermartabat, dan mendorong negara-negara donor untuk terus membantu Suriah memulihkan infrastruktur penting seperti perumahan dan layanan dasar.

Sejak jatuhnya rezim Assad, lebih dari 500.000 warga Suriah sudah pulang, terutama dari Yordania. Banyak dari mereka adalah anak muda usia 18–35 tahun, dan 70% kembali untuk menetap secara permanen.

Di dalam negeri sendiri, sekitar 1,2 juta warga yang mengungsi juga mulai kembali ke daerah asalnya, meskipun kondisi ekonomi masih berat.

Pemerintah Yordania sendiri mendukung kepulangan pengungsi asalkan dilakukan secara sukarela. Tapi mereka juga mengingatkan bahwa kondisi di Suriah belum sepenuhnya aman dan masih banyak kekurangan.

PBB berharap dunia terus membantu, agar harapan para pengungsi untuk pulang benar-benar bisa diwujudkan dengan aman dan manusiawi.

Sumber: Jordan Times