Pemerintah Baru Suriah Desak Rusia Serahkan Bashar Al Assad, Begini Jawaban Moskow

eramuslim.com - Dalam pertemuan bilateral perdana, delegasi pemerintahan baru Suriah mendesak Rusia untuk segera menyerahkan mantan diktator Bashar Al Assad ke Damaskus.
Delegasi Rusia, yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Mikhail Bogdanov dan Utusan Khusus Alexander Lavrentyev, bertemu dengan pejabat Suriah, termasuk Presiden sementara Ahmad Al-Sharaa.
Pertemuan ini menjadi interaksi diplomatik resmi pertama antara pemerintah Rusia dan otoritas baru Suriah sejak penggulingan Assad tahun lalu.
Assad diketahui melarikan diri ke Rusia setelah pasukan pemberontak gabungan menguasai Damaskus pada 8 Desember 2024. Pemerintah Moskow kemudian memberikan perlindungan suaka bagi Assad di sana.
Pemerintah baru Suriah secara tegas meminta Rusia untuk segera memulangkan Assad beserta para pembantunya guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka secara hukum.
“Menyerahkan (Bashar Al) Assad dan semua perwira senior yang melarikan diri ke Rusia berada di urutan teratas daftar," ujar seorang anggota staf politik pemerintahan transisi Suriah kepada surat kabar Emirat The National.
Selain itu, Suriah juga menuntut pemulangan aset likuid senilai 2.000 miliar dolar AS milik keluarga Al Assad yang tersimpan di bank-bank Rusia, menurut sumber yang tidak disebutkan namanya.
Presiden Al-Sharaa turut mendesak delegasi Rusia untuk memberikan kompensasi serta memperbaiki kesalahan masa lalu, merujuk pada dukungan Rusia terhadap rezim Assad dan berbagai kekejaman militer yang mereka lakukan terhadap warga sipil maupun pemberontak selama perang saudara.
Menanggapi tuntutan tersebut, delegasi Rusia dikabarkan menunjukkan keengganan untuk memenuhinya maupun mengakui kesalahan yang telah terjadi. Satu-satunya kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan itu adalah komitmen kedua pihak untuk melanjutkan pembahasan lebih lanjut.
(Sumber: RMOL)