Pengusaha Saudi Protes Aturan Perwalian
Kaum perempuan yang mengelola usaha sendiri dibuat berang oleh peraturan yang mengharuskan mereka menggaji manajer lelaki yang akan berperan sebagai wakil para pengusaha perempuan itu saat melakukan transaksi dengan perusahaan atau lembaga pemerintahan.
Salah seorang pengusaha perempuan Saudi bernama Aliya Ba-Naga sampai menutup perusahaannya sebagai protes atas peraturan tentang perwalian tersebut. Perusahaan Aliya bergerak di bidang informasi teknologi, dikelola oleh wanita dan mempekerjakan pekerja wanita.
"Banyak pengusaha wanita di Saudi yang memutuskan menutup bisnis mereka dan berencana untuk mengajukan gugatan hukum," kata Aliya.
"Aturan Perwalian membelenggu para pengusaha perempuan di negeri ini. Aturan yang kolot itu dikeluarkan ketika kaum perempuan di Saudi masih dilarang bekerja di lembaga-lembaga pemerintah. Tapi sekarang, sudah banyak perempuan yang bekerja di lembaga pemerintahan," protes Aliya.
Ia menuding otoritas berwenang di Saudi menerapkan standar ganda terhadap para pengusaha perempuan. "Mengapa hukum perwalian itu hanya diberlakukan pada pengusaha perempuan Saudi dan tidak diterapkan pula pada pengusaha perempuan dari negara lain yang berbisnis dengan pengusaha perempuan di Saudi," tukas Aliya.
Ia juga menyayangkan aturan semacam itu diberlakukan pada saat Raja Abdullah bin Abdul Aziz sedang melakukan reformasi di Saudi. "Raja Abdullah sudah memberi sinyal dukungannya yang besar untuk memberdayakan kaum perempuan Saudi di berbagai bidang, utamanya ekonomi," tandas Aliya.
Aliya berhasil mengajak para pengusahan wanita Saudi lainnya untuk mengkampanyekan pencabutan aturan perwalian itu. "Pemerintah harus meninjau ulang aturan itu karena akan merugikan perekonomian Saudi," tukas Aliya.
Ulama terkenal di Saudi Ali Ba-Dahdah mendukung protes Aliya. Menurutnya, perusahaan yang sepenuhnya dikelola oleh kaum perempuan tidak membutuhkan perwalian. "Karena, pasti ada bagian di lembaga pemerintahan yang dikelola oleh perempuan dan bisa menangani hal-hal yang terkait para pengusaha perempuan," kata Ba-Dahdah.
Menurut data pemerintahan Saudi, sekitar 20.000 perusahaan kelas menengah dan perusahaan kecil di Saudi adalah perusahaan yang dikelola para pengusaha perempuan, dengan nilai asset sekitar 60 milyar riyal Saudi. (ln/iol)