eramuslim

Penyerangan Ka’bah Dari Abrahah Hingga Syiah Houthi (Bag.4)

juhaiman-ibn-muhammadEramuslim – Serangan berdarah selanjutnya di kota suci Makkah Al Mukaromah dan Masjidil Haram terjadi di era Kerajaan Arab Saudi oleh seseorang yang mengaku Imam Mahdi bernama Juhaiman ibn Muhammad ibn Saif al Utaibi, tepatnya pada tanggal 20 November tahun 1979.

Tepat setelah shalat Subuh berjamaah tanggal 1 Muharram 1400 Hijriyah di Masjidil Haram yang di imami oleh Shiekh Muhammad bin Subail, Juhaiman beserta sekitar 500 milisinya menyabotase Masjidil Haram, menutup pintu Masjid, dan menyandera lebih dari 50 ribu jamaah haji.

Di tengah kegaduhan Juhaiman (43 tahun) muncul bersama 3 orang milisinya lengkap dengan senjata, dan mengumumkan melalui pengeras suara bahwa saudaranya Muhammad bin Abdullah Al-Qahtani adalah Imam Mahdi yang ditunggu.

Dengan keterampilan perang yang dimiliknya, dengan cepat Juhaiman menempatkan sejumlah sniper di 7 menara Masjid, menguasai seluruh pelosok Masjid, serta memaksa peperangan berdarah di Masjidil Haram selama 2 pekan lamanya.

Penyanderaan ini baru berakhir pada tanggal 4 Desember 1979, setelah tentara Saudi berhasil merebut kembali Masjidil Haram. Juhaiman serta para pengikutnya yang masih hidup menyerahkan diri dan dijatuhi hukuman pancung.

Laporan resmi dari pemerintah Arab Saudi menyatakan bahwa sebanyak 127 orang telah tewas dan 451 lainnya terluka. Jumlah ini termasuk para jamaah yang disandera, anggota pasukan keamanan Arab Saudi dan juga pengikut Juhaiman. Namun ada yang mengatakan bahwa angka sebenarnya korban tewas adalah 255 orang dan 560 orang lagi terluka. (Rassd/Ram)