Periode Kehidupan Kedua (2)

1. KEMATIAN SELURUH MAKHLUK

Pembaca yang mulia! Tibalah saatnya kita berada pada Fase Kematian Seluruh Makhluk penghuni langit dan bumi sebagai fase pertama dari Periode Kehidupan Kedua. Ini adalah tanda pertama dari berakhirnya jagad raya dan akan berganti dengan alam lain bernama Akhirat. Perjalanan wisata kita semakinn dekat sampai ke tujuannya, yakni kembali kepada Pemilik diri kita, Pemilik jagad raya, yakni Allah Subhanahu Wata’ala.

Namun, peristiwa yang akan kita saksikan dan alami semakin seru dan dahsyat. Kematian seluruh makhluk tersebut ditandai dengan ditiupnya sangkakala pertama oleh malaikat Isrofil. Ketika itu, matilah semua makhluk yang di langit dan di bumi kecuali Malakul Maut. Setelah Itu Allah perintahkan ia untuk mencabut nyawanya sendiri maka tinggallah Allah sendiri, Tuhan Pencipta seperti sebelum Dia menciptakan bumi, langit dan semua yang ada di jagad raya. Karena Dialah yang Awal dan Dialah yang Akhir.

Tentang kematian semua makhluk yang ada di langit dan di bumi itu Allah jelaskan dalam firman-Nya :

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الأرْضِ إِلا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ….(68)

“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah…….” (Q.S. Az-Zumar (39) : 68)

Pada saat itu, semua yang bernyawa di langit dan di bumi mati. Pertanyaan berikutnya ialah bagaimanakah matinya orang-orang beriman yang hidup ketika itu dan mereka yang ikhlas menjalankan Misi Ibdah dan Visi Khilafah ketika hidup di dunia? Apakah mereka merasakan dahsyatnya suara sangkakala itu? Apakah mereka akan mati bersama makhluk lain yang ada di bumi dan di langit? Rasul Saw, sebagai pembawa risalah dan wahyu Tuhan Pencipta, menjelaskan dalam haditsnya seperti yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Ia berkata, bersabda Rasul Saw. :

“Sesungguhnya Allah akan mengirim angin dari Yaman lebih halus dari suetra, tidak ada seorangpun yang ada iman dalam dirinya kendati sebesar biji (sawi) kecuali ia mati (disebabkan angin yang halus tersebut)” (Hadits Riwayat Muslim).

Melalui hadits di atas dapat dipahamai bahwa orang-orang Mu’min tidak merasakan dahsyatnya tiupan sangkakala dan peristiwa awal Kiamat itu, karena meniggal sebelumnya dengan cara yang sangat halus dan mulia, yaitu setelah menghirup angin segar nan halus, bahkan lebih halus dari sutera. Persis seperti kematian manusia Mu’min sebelumnya ketika menghadapi Sakratulmaut dan Kematian Kedua, karena diperlakukan oleh Malakul Maut dengan cara yang sangat hati-hati dan menyenangkan.

Perumpamaannya (Allahu A’lam) mirip dengan orang yang sedang dibius sebelum menghadapi operasi besar sehingga ia tidak merasakan sakitnya operasi. Namun, kematian orang-orang Mu’min di medan Jihad melebihi keindahan semua itu sehingga Muhammad Rasulullah merindukan mati terbunuh di medan Jihad fi sabilillah sampai tiga kali. Alangkah indahnya kematian seperti itu, Setiap manusia pasti merindukannya.

Lain halnya jika manusia pendurhaka, tidak beriman pada Tuhan Pencipta, atau beriman tetapi tidak sesuai dengan konsepsi yang diinginkan-Nya, maka mereka akan melihat, mendengar dan merasakan peristiwa kematian dan kegoncangan bumi dan langit di akhir umur dunia itu. Mereka akan mengalami keguncangan hebat, ketakutan yang luar biasa, mata terbelalak, jantung nyaris copot, kebingungan dan tidak mengerti apa yang harus dikerjakan. Nasi yang sedang disuap tidak bisa lagi sampai ke mulut. Anak sedang menyusupun terlepas dari dekapan ibunya, kandungan pada berguguran dan mereka bagaikan orang-orang mabuk, saking ketakutannya melihat azab Allah. Kondisi dan situasi kejiwaan mereka persis seperti yang Allah gambarkan dalam firman-Nya :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ (1) يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ (2)

Hai manusia, Bertaqwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya keguncangan hari Kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).(1) Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat keguncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras.(2). (Q.S. Al-hajj (22) : 1 – 2)

2. BA’TS (MANUSIA DIBANGKITKAN DAN DIHIDUPKAN KEMBALI)

Setelah semua makhluk yang bernyawa di bumi dan di langit mati, datanglah fase kedua dari Periode Kehidupan Kedua, yaitu semua yang tinggal di Alam Barzakh (termasuk yang di dalam kubur) dikeluarkan dan dihidupkan kembali, demikian juga dengan orang-orang Mu’min yang mati beberapa saat sebelum tiupan sangkakala pertama serta yang mati setelah tiupan sangkakala pertama. Adapun tanda-tandanya adalah tiupan sangkakala yang kedua sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam firman-Nya :

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الأجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ (51) قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ (52)

Dan, ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kubur (menuju) kepada Rob (Pencipta) mereka. (52) Mereka (orang-porang kafir) berkata: "Aduh celakalah kami, Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" (orang-orang Mu’min berkata) : Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya) (53). (Q.S. Yasin (36) : 52 – 53)

Manusia yang tidak beriman ketika itu sangat kaget dan bertanya-tanya : Ada apa ini? Bagaimana ini? Kenapa bisa begini? Mau kemana saya ini? Dan ratusan pertanyaan lain yang menggambarkan betapa dahsyatnya peristiwa yang mereka lihat dan ketidakjelasan nasib dan masa depan yang mereka hadapi. Saking dahsyatnya peristiwa yang mereka lihat dan rasakan, sehingga mereka lupa bahwa mereka telah mengalami azab dan siksaan semasa mereka tinggal di Alam Barzakh.

Adapun orang-orang Mu’min, seperti melewati fase-fase sebelumnya, merasakan suatu ketenangan dan kegembiraan yang luar biasa karena mereka memahami betul apa yang terjadi, ke mana rute perjalanan berikutnya dan apa yang akan terjadi setelahnya, karena meraka ketika di dunia percaya dan memamhami berita tentang peristiwa itu sebagaimana yang mereka baca dalam Kitab Petunjuk Hidup Tuhan Pencipta. Mereka sama sekali tidak merasakan kesulitan peristiwa dahsyat itu, bahkan ingin segera sampai ke akhir perjalanan wisata abadi ini. Karena semua yang mereka lewati sejak Sakratulmaut menjemput sampai peristiwa kebangkitan ini sama persis seperti yang dijanjikan Tuhan Pencipta dalam firman-Nya :

وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَالإِيمَانَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْبَعْثِ فَهَذَا يَوْمُ الْبَعْثِ وَلَكِنَّكُمْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ (56) فَيَوْمَئِذٍ لا يَنْفَعُ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَعْذِرَتُهُمْ وَلا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ (57)

Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir): "Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu dahulu (ketika di dunia) selalu tidak mau mempelajari (nya). (56) Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zalim permintaan uzur (apologi) mereka, dan tidak pula mereka diminta untuk mencerca diri mereka”.(57) (Q.S. Ar-Rum )30( : 56 – 57)

Terkait manusia pertama yang akan dibangkitkan adalah Nabi kita Muhammad Saw. sebagaimana sabda Beliau : “ Saya adalah pemimpin anak keturunan Adam pada hari Kiamat. Saya orang pertama yang keluar dari kubur, orang pertama yang memberi syafa’at dan diterima syafa’atnya.”. (Hadits Riwayat Muslim).

3. KIAMAT (KEHANCURAN ALAM SEMESTA)

Saudaraku!!! Sekarang kita berada pada fase ketiga dari Periode Keidupan Pertama, yakni fase Kiamat, atau disebut juga dengan hari kehancuran alam semesta. Pada fase ini peristiwa yang terjadi semakin dahsyat dan semakin membuat orang-orang yang durhaka pada Tuhan Pencipta kehilangan nyali.

Bayangkan saja, bumi yang selama berjuta-juta tahun dirasakan tenang dan aman, tiba-tiba berguncang dan digulung dengan sangat amat dahsyatnya bagaikan kertas digulung oleh tangan manusia. Gunung-gunung yang selama ini terlihat berdiri tegak, tiba-tiba berterbangan dan berbenturan dengan bumi. Langit yang begitu luas dengan benda-benda angkasa yang milyaran jumlahnya dan sebelumnya bergerak sesuai garis edarnya, tiba-tiba saja berterbangan kemudian digulung dan dilipat kecil-kecil bagaikan lipatan lembaran-lembaran kertas dari sebuah buku. Lautan yang terhampar luas yang selama ini menjadi infrastruktur dan sarana transportasi air raksasa yang menghubungkan lima benua, tiba-tiba meluap dengan gelombang-gelombang raksasa.

Sungguh sulit bagi kita membayangkan betapa dahsyatnya hari itu. Bahkan Kita mustahil dapat membayangkannya kecuali berdasarkan informasi akurat yang kita terima dari Tuhan Pencipta jagad raya ini. Di antaranya ialah :

فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ نَفْخَةٌ وَاحِدَةٌ (13) وَحُمِلَتِ الأرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً (14) فَيَوْمَئِذٍ وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ (15) وَانْشَقَّتِ السَّمَاءُ فَهِيَ يَوْمَئِذٍ وَاهِيَةٌ (16)

Maka apabila sangkakala ditiup satu kali tiup (13) dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. (14) Maka pada hari itu terjadilah HARI KIAMAT (15) dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah.
(16) . (Q.S.Al-Haqqah / 69 : 13 – 16)

Bagaimana kondisi langit yang sesungguhnya ketika itu? Mari kita simak berita yang disampaikan Penciptanya kepada kita :

يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ وَعْدًا عَلَيْنَا إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ (104)
(Yaitu) pada hari Kami gulung langit bagaikan menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kami lah yang akan melaksanakannya.(114) (Q.S. Al-Anbiya’ (21) : 104)

Bagaiman pula kondisi manusia dan gunung-gunung saat itu? Allah sebagai Penciptanya menjelaskan sebagai berikut :

الْقَارِعَةُ (1) مَا الْقَارِعَةُ (2) وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ (3) يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ (4) وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ (5)

Kiamat (1) Apa itu Kiamat? (2) Dan tahukah kamu apa itu Kiamat?(3) pada hari di mana manusia bagaikan kupu-kupu (laron) yang bertebaran (4) Dan gunung-gunung bagaikan bulu yang berterbangan (5) (Q.S. Al-Qori’ah (101) : 1 – 5)

Bagaimana pula dengan langit, bintang-bintang, laut dan kuburan? Allah, Tuhan Penciptanya menjelaskannya sebagai berikut :

إِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ (1) وَإِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْ (2) وَإِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ (3) وَإِذَا الْقُبُورُ بُعْثِرَتْ (4) عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ وَأَخَّرَتْ (5)

“Apabila langit terbelah,(1) dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,(2) dan apabila lautan dijadikan meluap,(3) dan apabila kuburan-kuburan berantakan (4) maka (ketika itu) tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya.(5)” (Q.S. Al-Infithar (82) : 1- 5)

Bagaimana pula dengan kondisi bumi? Allah menjelaskannya dalam firman-Nya sebagai berikut :

إِذَا زُلْزِلَتِ الأَرْضُ زِلْزَالَهَا (1) وَأَخْرَجَتِ الأَرْضُ أَثْقَالَهَا (2) وَقَالَ الإِنْسَانُ مَا لَهَا (3)

Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat), (1) dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya, (2) dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (jadi begini)?", (3) (Q.S. Az-Zalzalah (99) : 1 – 3 )

Itulah sebagian kondisi Kiamat yang diceritakan Tuhan Pencipta kepada kita. Bandingkan dengan tsunami yang menimpa Aceh Desemer 2004 dan gempa bumi yang menimpa daerah Jogja 2006. Sungguh tidak bisa diperbandingkan. Karena Kiamat Besar itu adalah kehancuran alam semesta. Peristiwanya super amat besar. Kendati demikian, Allah sebagai Pencipta Tunggal alam semesta ini merahasiakan kapan kejadiannya. Yang pasti, Kiamat terjadi pada hari Jumat, seperti yang dijelaskan Nabi dan Rasul terakhir Allah, Muhammad Saw. Persisnya kapan?

Tidak ada yang mengetahuinya selain Allah. Pada saatnya tiba, ia akan terjadi. Demikialah beritanya yang kita terima dari Penciptanya, yaitu Allah Subhanahu Wata’ala. Namun demikian, Allah, melaui Muhammad Saw, telah menjelaskan fenomena-fenomenanya yang sebahagiannya sudah kita lihat, seperti yang sudah dijelaskan dalam poin 2, terkait tanda-tanda Kiamat sebelumnya. Kalau demikian dahsyat kondisinya, timbul pertanyaan mendasar, dalam diri kita : Apa yang sudah kita persiapkan untuk menghadapi peristiwa raksasa itu?