eramuslim

Pesimis dengan 'Paslon' Ini, Adi Prayitno: Ngomong 4 Menit, Kau Simpulkan Paling Hebat

eramuslim.com - Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno, kembali berkomentar terkait debat kedua Pilpres 2024 yang baru saja digelar beberapa waktu kemarin.

Masih menyoroti soal waktu penyampaian gagasan, 1 hingga 4 menit waktu yang diberikan panitia, menurut Adi tidak cukup untuk memberikan penilaian.

"Dari ngomong 1-4 menit satu isu itu, lalu kau simpulkan kalau jagoan kau paling hebat dan yang lain buruk?," ujar Adi dalam keterangannya di aplikasi X @Adiprayitno_20 (25/12/2023).

Blak-blakan, Adi mengatakan, terlalu sempit pikiran seseorang jika terlalu cepat mengambil penilaian final terhadap ketiga Cawapres.

"Kemon, terlalu sempitlah," Adi menuturkan.

Lanjutnya, jika diminta berbicara 2 hingga 3 jam untuk membahas isu spesifik, maka hasil penilaian di antara ketiganya akan berbeda.

"Coba tes ngomong 2-3 jam isu spesifik. Preteli satu persatu," tambahnya.

Adi sedikit pesimis dengan sosok Girban yang belakangan ini banyak dibesar-besarkan, tidak mengerti apa arti dari jargon-jargon keren yang dia tuturkan saat berdebat.

"Tanya jargon-jargon keren yang diucap. Jangan-jangan gak faham dengan maksud jargon itu," tandasnya.

Adi menegaskan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus memberikan aturan tegas mengenai hal tersebut.

"Pertanyaan singkatan dari paslon mesti dijelaskan kepanjangannya," imbuhnya.

Tambahnya, jika salah satu calon menggunakan istilah bahasa Inggris, maka harus menjelaskan maksud dari bahasa tersebut.

"Jika calon pake istilah inggris jelaskan maksudnya apa. Kalau nda begitu bisa repot," tandasnya.

 

 

Lebih lanjut kata dia, Gus Imin dan Mahfud MD bisa menyerang balik dengan menggunakan dalil fiqih yang sukar dimengerti calon lain.

"Karena Gus Imin dan Mahfud bisa nyerang pake dalil fiqih yang sukar dimengerti calon lain," kuncinya.

Sebelumnya, Cawapres nomor urut dua, Gibran Rakabuming menanyakan topik ekonomi syariah pada Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Gibran mengawali pertanyaannya dengan menyebut Cak Imin pasti tahu menjawab pertanyaannya, mengingat Cak Imin merupakan sosok Ketua Umum Partai Kebangkitam Bangsa (PKB).

Wali Kota Solo itu menanyakan bagaimana strategi Cak Imin dalam menaikkan posisi Indonesia dalam State of the Global Islamic Economy (SGIE).

“Bagaimana langkah Gus Muhaimin menaikkan peringkat di SGIE?” tanya Gibran di debat Cawapres yang dihelat Jumat (22/12/2023) di Jakarta Convention Center (JCC).

Menjawab itu, Cak Imin mulanya memastikan apa yang disebut oleh Gibram dengan pertanyaan spekulasi. Setelah mendengar SGIE, ia mengaku tak bisa menjawab pertanyaan itu.

“Saya tidak paham,” kata Cak Imin.

“Tidak papa, karena saya tidak pernah mendengar istilah SGIE ini,” tambahnya.

Gibran pun menimpali jawaban Cak Imin. Kemudian menjelaskan apa yang dimaksud SGIE.

Usai menjelaskan apa yang dimaksud SGIE, Gibran memberikan pernyataan satire.

“Nah itu yang saya maksud Gus. Mohon maaf kalau pertanyaannya agak sulit Gus,” pungkasnya. (sumber: fajar)