Politisi Prancis Minta Patung Liberty Dikembalikan, AS Balas Sinis: Harusnya Bersyukur Tak Bicara Bahasa Jerman!

eramuslim.com - Amerika Serikat menanggapi pernyataan anggota parlemen Uni Eropa asal Prancis, Raphael Glucksmann, yang meminta Patung Liberty dikembalikan ke Prancis sebagai respons terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyebut Glucksmann sebagai pejabat level rendah dan menyindir bahwa Prancis seharusnya berterima kasih kepada Amerika Serikat.
"Saran saya untuk politisi level rendah Prancis yang tak dikenal itu yakni mengingatkan kembali bahwa berkat Amerika Serikat lah Prancis tidak bicara dalam bahasa Jerman saat ini," ujar Leavitt pada Senin (17/3).
"Harusnya mereka berterima kasih kepada negara kami yang hebat," lanjutnya.
Pernyataan Leavitt ini menanggapi permintaan Glucksmann yang meminta agar Patung Liberty dikembalikan ke Prancis karena ia tidak setuju dengan kebijakan terbaru pemerintahan AS di bawah Trump.
Glucksmann menilai beberapa kebijakan Trump bertentangan dengan nilai-nilai yang dilambangkan oleh Patung Liberty, terutama dalam upaya mendekati Kremlin terkait perang Rusia-Ukraina serta kebijakan imigrasi yang semakin ketat.
Patung Liberty sendiri merupakan hadiah dari Prancis kepada Amerika Serikat untuk memperingati 100 tahun kemerdekaan AS. Patung yang dirancang oleh pematung Prancis Frederic Auguste Bartholdi dan dibangun oleh Gustave Eiffel ini menjadi simbol kebebasan serta mercusuar harapan bagi para imigran yang mencari kehidupan lebih baik.
"Kami akan mengatakan kepada orang Amerika yang telah memilih untuk berpihak kepada tiran, kepada orang Amerika yang memecat para peneliti karena menuntut kebebasan ilmiah: Kembalikan Patung Liberty," ujar Glucksmann dalam pidatonya pada Minggu (16/3).
"Kami memberikannya kepada kalian sebagai hadiah, tapi rupanya kalian membencinya. Jadi patung itu akan baik-baik saja di sini, di rumahnya," lanjutnya.
Setelah mendapat tanggapan dari Leavitt, Glucksmann menegaskan di media sosial bahwa ia tetap menghormati para pahlawan Amerika yang berjuang melawan Nazi Jerman dalam Perang Dunia II, namun tetap menyesalkan kebijakan baru pemerintahan Trump.
"Justru karena saya takut dengan pengkhianatan Trump makanya saya bicara kemarin bahwa kita bisa secara simbolis mengambil kembali Patung Liberty jika pemerintahan kalian membenci segala sesuatu yang dilambangkannya di mata Anda, kami, dan dunia," tulis Glucksmann, dikutip dari CNN.
"Tidak ada seorang pun yang akan datang dan mencuri Patung Liberty. Patung itu milik kalian. Tapi apa yang terkandung di dalamnya itu milik semua orang. Jika dunia yang bebas tak lagi menarik minat pemerintahan kalian, maka kami akan meneruskan estafetnya di sini, di Eropa," tambahnya.
Glucksmann sendiri adalah politisi dari partai kecil yang belakangan menarik perhatian media Prancis. Ia dikabarkan berencana mencalonkan diri sebagai presiden Prancis dalam pemilihan umum 2027 mendatang.
Selama ini, Glucksmann dikenal vokal dalam mendukung perjuangan Ukraina melawan invasi Rusia serta mendukung Palestina dalam menghadapi agresi Israel di Gaza.
(Sumber: Cnnindonesia)