eramuslim

Prabowo Soroti 80 Tahun RI Merdeka: Kenapa Masih Ada Anak Kelaparan?

eramuslim.com - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan kekhawatirannya terhadap perkembangan bangsa Indonesia, yang akan merayakan HUT ke-80 pada Agustus mendatang. Kekhawatiran ini muncul karena masih banyak rakyat yang hidup dalam kondisi jauh dari sejahtera.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada acara peluncuran Danantara Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 24 Februari 2025.

Dalam pidatonya, Prabowo awalnya menyoroti bahwa Indonesia akan segera merayakan 80 tahun kemerdekaan, sembari menekankan bagaimana pemerintah selama delapan dekade telah menghadapi berbagai tantangan.

“Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, bulan Agustus ini bangsa yang kita cintai, bangsa Indonesia, akan dengan bangga merayakan 80 tahun kemerdekaan. Selama delapan dekade, kita telah menghadapi berbagai tantangan dan ujian,” kata Prabowo.

“Namun, kita tidak pernah goyah dalam mewujudkan visi membangun Indonesia yang sejahtera,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa Indonesia telah berkorban begitu banyak untuk menjaga keberlangsungan negara serta menegakkan cita-cita luhur yang telah diperjuangkan sejak kemerdekaan.

Namun, di tengah perayaan atas pencapaian yang telah diraih, Prabowo mengingatkan bahwa pemerintah harus berani menghadapi kenyataan yang ada.

“Kita harus bertanya kepada diri kita sendiri, setelah 80 tahun merdeka, mengapa masih ada anak-anak kita yang kelaparan? Mengapa para petani dan nelayan kita masih berjuang untuk mendapatkan hasil yang layak dari kerja keras mereka? Mengapa setelah delapan dasawarsa, masih ada desa dan kota yang belum tersentuh listrik? Mengapa di tengah kekayaan yang kita miliki, masalah-masalah ini masih tetap ada? Dan yang lebih penting, bagaimana kita dapat memperbaiki keadaan ini?” katanya.

Menurutnya, berbagai permasalahan ini bukan disebabkan oleh kurangnya sumber daya, tetapi karena ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola dan memanfaatkannya demi kepentingan rakyat.

“Inilah kenyataan yang harus kita akui, karena perubahan yang berarti hanya bisa dimulai dari keberanian untuk melihat kebenaran,” ujar Prabowo.

Ia pun menyerukan kepada seluruh pihak agar berani mengambil langkah nyata demi mencapai kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Keberanian untuk melihat kekurangan-kekurangan kita. Mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam yang dianugerahkan Tuhan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat dan masa depan Indonesia adalah tugas utama kita,” tutupnya.

(Sumber selengkapnya: Viva)