eramuslim

Praja IPDN Harus Siap Jadi Pemimpin Visioner Menaker Dorong 3 Mindset Kunci Hadapi Era Digital

Jadi Pemimpin Visioner, Menaker Minta Praja IPDN Memiliki 3 Mindset

Eramuslim.com - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memberikan kuliah umum di hadapan lebih dari 3.500 Praja IPDN di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, dan menekankan pentingnya membentuk pola pikir (mindset) yang tepat untuk menjadi pemimpin visioner di masa depan.

Yassierli menyebutkan tiga pola pikir utama yang harus dimiliki calon pamong praja: growth mindset, future mindset, dan innovation mindset.

“Orang sukses selalu punya semangat belajar, berani mencoba hal baru, dan mampu melihat jauh ke depan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (17/7/2025).

Growth mindset adalah keyakinan bahwa kemampuan seseorang bisa terus berkembang melalui proses belajar dan usaha. Future mindset membuat seseorang mampu memetakan arah masa depan dan mengambil keputusan berdasarkan proyeksi jangka panjang. Sementara innovation mindset mendorong keberanian dalam menghadapi tantangan baru dan mencoba solusi kreatif, meski berisiko gagal.

Ia mencontohkan beberapa alumni STPDN yang berhasil beradaptasi di luar disiplin ilmu asal mereka, seperti Sunardi Sinaga yang kini menjabat Kepala Biro Humas Kemnaker, meski tak punya latar belakang komunikasi. Begitu pula Faried, Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi Medan, yang sukses karena semangat belajarnya tinggi.

Yassierli mengajak para praja aktif memperluas kompetensi, khususnya dalam menghadapi era digital dan persaingan global. Ia menekankan pentingnya menguasai kombinasi keterampilan teknis (technical skills), kognitif (cognitive skills), dan kemampuan lunak (soft skills) seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kerja tim.

Sebagai calon pelayan publik, kata dia, praja harus dekat dengan masyarakat, menyerap aspirasi mereka, dan merumuskan kebijakan yang solutif. Salah satu tantangan utama adalah masalah ketenagakerjaan.

“Kalian akan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Carilah solusi konkret untuk mereka yang menganggur atau kesulitan mencari pekerjaan,” pesannya.

Yassierli menyarankan agar praja mendukung penyediaan akses kerja dan pelatihan, baik melalui BLK milik pemerintah maupun lembaga pelatihan swasta. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan dunia pendidikan untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif dan berdaya saing.

“Padukan teknologi dengan kearifan lokal. Inovasi harus terus dilakukan agar tercipta tenaga kerja yang kompeten dan siap membangun bangsa,” tutupnya.

Sumber: Metro TV News