eramuslim

Presiden Abed Rabbo Masukan Gerakan Perlawanan Rakyat Dalam Unit Militer Yaman

Shiite rebels, known as Houthis, chant slogans during a demonstration against an arms embargo imposed by the U.N. Security Council on Houthi leaders, in Sanaa, Yemen, Thursday, April 16, 2015. Al-Qaida’s branch in Yemen seized Thursday control of a major airport and sea port and oil terminal in southern Yemen, consolidating their hold of the country’s largest province amid wider chaos that is pitting Shiite rebels against forces loyal to the country’s exiled president and a Saudi-led air campaign. (AP Photo/Hani Mohammed)

Eramuslim – Dewan Pertahanan Nasional Yaman memutuskan untuk memasukan gerakan Perlawanan Rakyat ke dalam unit angkatan bersenjata Yaman, dalam rapat terbatas yang digelar Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi di ibukota Riyadh pada hari Selasa (28/07) kemarin.

Dalam keterangannya, Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi menejelaskan bahwa kontribusi dan keberanian dalam membela tanah air menjadi dasar Dewan Pertahanan Nasional untuk memasukan mereka dalam unit di angkatan bersenjata Yaman.

“Persatuan dan pengorganisasian gerakan Perlawanan Rakyat dengan tentara pemerintah yang setia menjadi langkah penting untuk mengembalikan semua wilayah Yaman yang direbut pemberontak Syiah Houthi dan milisi Ali Abdullah Saleh,” ujar Presiden Abed Rabbo dalam rapat.

Selain itu rapat juga membahas kondisi keamanan dan persiapan kota Aden untuk kembalinya para pejabat tinggi negara untuk menjalankan pemerintahan darurat di ibukota sementara Yaman yang ditunjuk pada 23 Maret lalu.

Gerakan Perlawanan Rakyat adalah gerakan bersenjata suku-suku Sunni di selatan Yaman yang menolak adanya kudeta militer pemberontak Syiah Houthi pada akhir Januari lalu. (Rassd/Ram)