eramuslim

Presiden Gambia Cabut Kembali Peraturan Wajib Jilbab Bagi PNS Wanita

Gambia's President Yahya Jammeh shows hi...Banjul, GAMBIA: Gambia's President Yahya Jammeh shows his fingers with ink after casting his vote during the presidential elections 22 September 2006 in Banjul. Gambians voted today in elections in which President Yahya Jammeh, who seized power in a coup 12 years ago, is tipped to win a third term to run the tiny west African country that is regularly criticised for its media repression. AFP PHOTO SEYLLOU (Photo credit should read SEYLLOU/AFP/Getty Images)

Eramuslim – Kamis 14 Januari 2015, pemerintah Republik Islam Gambia mengumumkan pencabutan peraturan kewajiban penggunaan jilbab bagi pekerja wanita di kalangan pegawai negeri sipil, yang baru saja diumumkan pada akhir tahun 2015 kemarin.

Tidak ada keterangan resmi dari pemerintah Republik Islam Gambia yang dipimpin oleh Presiden Yahya Jammeh. Akan tetapi sejumlah pengamat menyebut bahwa pencabutan peraturan penggunaan jilbab bagi PNS wanita ini disinyalir akibat desakan kelompok oposisi.

Perlu diketahui bahwa peraturan penggunaan jilbab bagi PNS wanita baru saja ditetapkan oleh Presiden Yahya Jammeh pada 31 Desember tahun 2015 kemarin. Ini berarti peraturan tersebut hanya berlaku di 14 hari pertama di tahun 2016, itu juga belum dipotong hari libur.

Gambia sendiri baru berubah menjadi sebuah negara Republik Islami pada 11 Desember lalu, dalam sebuah pengumuman langsung yang dibacakan Presiden Yahya Jammeh. (Rassd/Ram)