Presiden Peres : Menunjuk Netanyahu Membentuk Pemerintahan Baru ?
Siapa yang akan menjadi perdana menteri usai pemilu Israel, masih misteri. Tapi sejumlah laporan di Israel menyebutkan, Presiden Shimon Peres lebih memilih Benjamin Netanyahu-pimpinan Partai Likud-untuk membentuk formasi pemerintahan baru.
Berdasarkan sistem politik di Israel, partai yang meraih suara paling banyak dalam pemilu, seperti Partai Kadima pimpinan Tzipi Livni, tidak secara otomatis bisa membentuk pemerintahan. Wewenang untuk menunjuk siapa yang berhak memimpin pemerintahan ada ditangan presiden.
Mengomentari kemungkinan Peres memilih Netanyahu untuk membentuk pemerintahan, seorang pejabat Partai Kadima menyarankan Livni mempertimbangkan Kadima sebagai partai oposisi yang akan mengkritisi kebijakan-kebijakan Likud. "Dan dalam waktu satu setengah tahun, Kadima akan memimpin negeri ini," kata pejabat itu seperti dilansir Ynet.
Netanyahu sendiri, sejak awal menolak ide berkoalisi dengan Kadima. Netanyahu lebih berminat pada partai sayap kiri seperti Partai Yisrael Beitenu pimpinan Avigdor Lieberman dan Partai Shas yang berbasis agama pimpinan Eli Yishai untuk membentuk koliasi.
Lieberman belum menyatakan sikapnya atas tawaran koalisi itu, namun sumber-sumber di kalangan politisi Israel mengatakan bahwa Leiberman sudah melakukan deal dengan Netanyahu.
Di sisi lain, sejumlah pejabat Partai Likud mengungkapkan kekhawatirannya Lieberman akan mengkhianati Netanyahu untuk mendapatkan kekuasaan penuh di Israel. (ln/prtv)