Prof. Harry Poeze: Indonesia Sekarang Butuh Pemimpin Yang Tangguh
Eramuslim.com - Indonesia butuh pemimpin nasional yang mampu memahami dan mewujudkan aspirasi rakyatnya, seperti dulu yang dilakukan oleh Soekarno, Hatta, Tan Malaka, dan para pejuang lainnya yang memimpin bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan dan memulai menata dan memodernisasinya dengan membangun karakter, bangsa dan negara,
Demikian kata Prof Harry Poeze dalam dialog dengan peneliti muda Lutfi Adam (kandidat PhD ilmu sejarah di Northwestern Univerity, AS) dan Herdi Sahrasad dosen/peneliti senior Universitas Paramadina dan Universitas Muhammadiyah Jakarta di ruang Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies, Leiden KITLV di Leiden,kemarin
‘’Dan itu sangat penting. Indonesia memang butuh pemimpin yang tangguh,’’ ujar Harry.
Harry juga mengatakan, dirinya tentu saja mengenal nama Rizal Ramli (RR) dan nama nama tokoh bangsa lainnya. “Saya tahu dia seorang tokoh nasional yang populer dan punya pemikiran/gagasan,’’ujarnya. ‘
‘’Saya pikir Indonesia Indonesia butuh pemimpin nasional yang mampu memahami dan mewujudkan aspirasi rakyatnya, seperti dulu yang dilakukan oleh Soekarno, Hatta, Tan Malaka, dan para pejuang lainnya yang memimpin bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan dan memulai menata dan memodernisasinya dengan membangun karakter, bangsa dan negara, Dan itu sangat penting. Indonesia memang butuh pemimpin yang tangguh,’’kata Harry.
Mahaguru srudi Indonesia dan Asia Tenggara itu sangat ramah dan menjadi tempat bertanya sekaligus sang Bapak bagi para mahasiswa, ilmuwan dan peneliti muda Indonesia yang belajar di Leiden dan kampus Belanda lainnya,bahkan para mahasiwa dan peneliti universitas manca negara lain yang mampir/singgah di Leiden.
Harry Poeze riset selama 40 tahun lebih I mengenai Tan Malaka, maka tak mengherankan kalau Harry Poeze identik dengan sosok Tan Malaka. Dialah sejarawan Belanda yang paling menguasai kisah hidup aktivis politik revolusioner dalam sejarah Indonesia itu. Namun di balik ramainya diskusi Tan Malaka akhir-akhir ini, tak banyak yang mengetahui kisah hidup Harry Poeze.
Pertemuan historis Harry dengan Tan Malaka bermula semenjak dia mahasiswa jurusan ilmu politik di Universitas Amsterdam. Saat itu Harry mengikuti kuliah sejarah Indonesia yang diampu oleh Profesor Wim Wertheim, salah satu sosiolog dan ahli Indonesia yang sangat terkenal. Persentuhannya dengan sejarah Indonesia membuatnya tertarik untuk membaca buku Kemunculan Komunisme Indonesia karya Ruth T. McVey.
Harry menulis buku biografi Tan Malaka sepanjang 3000 halaman yang tahun lalu diluncurkan, dan dia mengelola/menyimpan bertumpuk dokumen arsip-arsip Tan Malaka.(kk/kf)