eramuslim

Profil Kekayaan Gus Fahrur, Komisaris PT Gag Nikel dan Ketua PBNU Bidang Keagamaan

Eramuslim.com - Ahmad Fahrur Rozi, yang lebih dikenal sebagai Gus Fahrur, kini tengah menjadi sorotan publik. Sosok yang menjabat sebagai Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan periode 2022–2027 ini diketahui merangkap jabatan sebagai Komisaris di PT Gag Nikel, anak perusahaan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. Perusahaan tersebut bergerak di sektor pertambangan nikel di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Menanggapi perhatian publik, Gus Fahrur menyatakan bahwa keterlibatannya di PT Gag Nikel adalah keputusan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan peran resminya di PBNU. Dalam penjelasannya, ia juga menyebut bahwa Pulau Gag merupakan kawasan pertambangan resmi dan bukan destinasi wisata, meskipun letaknya tidak jauh dari lokasi wisata populer Piaynemo.

Selain di PT Gag Nikel, nama Gus Fahrur juga tercatat sebagai Komisaris di PT Panca Wira Usaha Jawa Timur (PWU Jatim), sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang memayungi Wira Jatim Group.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diakses melalui laman resmi KPK, Gus Fahrur tercatat telah melaporkan kekayaannya sebanyak tiga kali saat menjabat sebagai Komisaris di PWU Jatim. Pada tahun 2022, kekayaannya tercatat sebesar Rp 3,38 miliar. Angka tersebut naik menjadi Rp 3,56 miliar pada 2023, dan terakhir mencapai Rp 3,82 miliar dalam laporan per 13 Maret 2025.

Rincian kekayaan Gus Fahrur per 2025 meliputi:

  • Properti (tanah dan bangunan): Rp 2.838.660.000

  • Kendaraan: Rp 615.000.000

  • Harta bergerak lainnya: Rp 23.828.000

  • Surat berharga: Rp 292.431.200

  • Kas dan setara kas: Rp 52.296.580

  • Utang: Tidak ada

Ia memiliki lima bidang tanah dan/atau bangunan di wilayah Malang, Jawa Timur, yang seluruhnya diklaim sebagai hasil jerih payah sendiri. Aset propertinya mencakup lahan dengan luas bervariasi, mulai dari 128 hingga 3.601 meter persegi.

Dalam hal kendaraan, Gus Fahrur tercatat memiliki tiga mobil, yaitu Toyota Fortuner keluaran 2021 senilai Rp 400 juta, Mercedes Benz E200 tahun 2007 senilai Rp 120 juta, serta Datsun Go Panca tahun 2019 seharga Rp 95 juta.

Dilahirkan di Malang pada 30 November 1971, Gus Fahrur menempuh pendidikan Sarjana Pendidikan Agama Islam di STIT Raden Rahmat Malang (2000), kemudian melanjutkan Magister Pendidikan Islam di Universitas Islam Malang (2004), dan meraih gelar Doktor Ilmu Sosial dari Universitas Merdeka Malang (2016).

Selain aktif di PBNU, Gus Fahrur juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk periode 2020–2025, memimpin Yayasan Al-Qolam Malang, serta menjadi Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang di Malang.

Sumber: Tempo.co