Protes Anti Pasukan Perdamaian di Somalia

Demonstrasi anti pemerintah pecah di ibukota Somalia, Mogadishu, yang menuntut pasukan penjaga perdamaian keluar dari Somalia. Demonstrasi para muslimah Somalia yang menggunakan hijab dan niqab (cadar), dan sebagian mereka membawa senjata AK 47, memenuhi jalan-jalan di ibukota Somalia, Mogadishu, Senin.
Para demonstran itu meneriakkan slogan dalam bahasa Inggris, yang menolak pasukan penjaga perdamaian AMISOM (African Union Mission in Somalia), yang mendukung pemerintah Somalia.
"AMISOm telah membunuh ibu kami", dan "AMISOm keluar dari negeri kami", teriak mereka. Protes yang berlangsung di ibukota Mogadhisu itu, sebagai bentuk perlawanan terhadap aksi sebelumnya, di mana berlangsung aksi demonstrasi yang mendukung pemerintah Somalia sekarang. Demonstrasi antara kelompok pro-pemerintah dan penentang pemerintah yang disponsori dari Hizbi-Islami itu, mengakibatkan puluhan orang tewas.
Somalia tidak pernah stabil sejak jatuhnya pemerintah Jendral Mohammad Siad Bare, di tahun 1991, sampai sekarang. Sekarang negeri yang luas di Tanduk Afrika, berada di tangan kaum militan,yang sangat menakutkan bagi Barat. Mereka ingin menegakkan syariah Islam, dan menolak pemerintah yang dipilih secara demokratis sekarang ini.
Presiden Somalia, Shekh Sharif Sheikh Ahmed dalam posisi yang sangat lemah, dan atas dukungan PBB, sebagai pemerintahan transisi, sekarang menghadapi kaum fundamentalis, yang akan menggulingkan pemerintahannya.
Sebelumnya, Barat telah mengirimkan pasukan dari Ethiopia yang jumlahnya ribuan, dan mereka pergi karena menghadapi serangan-serangan dari para pejuang Islam di negeri itu. (m/'cnn)