free hit counters
 

Mukjizat Shiyam (4)

ramadhanOleh : Fatuddin jaffar,MA

Shiyam menahan diri dari berbagai hal yang membatalkan, seperti makan, minum, berhubungan suami istri dan sebagainya, dari terbit fajar sampai tenggelam matahari. Pertanyaannya kemudian ialah, mengapa semua yang dihalalkan di luar Ramadhan diharamkan pada siang hari pada Ramadhan seperti makan, minum, dan berhubungan suami istri dan sebagainya? Dapat kita petik hikmahnya, bahwa hakikat Shiyam yang kita lakukan selama sebulan Ramadhan itu merupakan pelatihan manajemen syahwat agar terbiasa mengendalikan atau memenej syahwat yang bersemayam dalam diri kita.

Ada dua hal penting terkait dalam manajemen syahwat dalam ibadah Shiyam. Pertama, terkait dengan pengendalian syahwat yang halal, seperti makan, minum, seks dan sebagainya. Karena Syiham itu melatih orang yang menjalankannya untuk meraih derajat taqwa yang merupakan derajat tertinggi di sisi Allah [QS. Al-Hujarat (49) : 13]. Untuk meraih ketaqwaan itu sangat erat kaitannya dengan kemampuan memenej syahwat yang halal, bukan syahwat yang haram. Syahwat yang haram itu kalau dilakukan merupakan bukti cacatnya keimanan. Sudah pasti orang yang cacat imannya tidak mungkin mencapai derajat taqwa kecuali ia sudah melakukan taubat nashuhah.

Fakta membuktikan, bagi yang tidak terbiasa memenej syahwat halal, akan sulit, dan mungkin mustahil baginya untuk memenej syahwat yang haram, karena syahwat yang haram itu terasa lebih nikmat, lebih mudah, lebih banyak dan lebih kuat dorongan untuk melakukannya. Contoh sederhana ialah seorang koruptor. Ia melakukan korupsi bukan karena ia tidak mendapatkan gaji yang cukup, atau bukan karena tidak bisa makan dan minum. Akan tetapi ada dorongan syahwat haramnya untuk melakukan kejahatan korupsi itu. Karena tidak terbiasa memenej syahwat halal, maka ia dengan mudah terdorong dan tertipu oleh syahwat haramnya sehingga ia melakukannya. Di antara karakter syahwat itu adalah amat rakus dan tidak realistik. Sebab itu kita lihat para koruptor tak sedikit yang melakukan korupsi dengan nilai jauh melebihi kebutuhan makan dan minum mereka, dan bahkan ada yang korupsi mencukupi kebutuhan hidupnya 1000 tahun lebih.

Kedua, ibadah Shiyam memfokuskan pada manajemen tiga induk syahwat yang sudah built in dalam diri manusia, yakni syahwat makan, syahwat minum, dan syahwat kemaluan (seks). Ketiga induk syahwat ini mendapat perhatian pengendalian yang ketat dalam ibadah Shiyam, setelah itu baru syahwat-syahwat yang lain, seperti syahwat mata, syahwat telinga, syahwat lidah, syahwat ketenaran, syahwat kesombongan / ego, syahwat kekuasaan  dan seterusnya.

Kenapa ketiga syahwat tersebut menjadi fokus utama ibadah Shiyam? Jawabannya tak lain adalah bahwa bila seorang Muslim tidak mampu dan tidak terbiasa memenej ketiga syahwat tersebut dalam kondisi halal, maka ia dengan mudah terjerumus ke dalam lembah syahwat haram. Awalnya bermula dari tidak mampu mengendalikan syahwat makan dan minum yang halal. Kemudian terjerumus memakan dan meminum yang tidak halal, seperti dengan risywah (sogok-menyogok), riba, korupsi, dan sebagainya. Kalau isi perut seseorang dari makanan dan minuman yang haram, maka gejolak syahwat kemaluannya semakin tidak terkendali sehingga ia mengalami kesulitan untuk mengendalikan syahwat kemaluannya. Ketiga syahwat terebut saling terkait. Sebab itu, ketiganya menjadi fokus utama Manajemen Shiyam Ramadhan.

Korupsi misalnya, bukan dilakukan oleh orang yang tidak punya uang untuk membeli makan dan minum. Akan tetapi dilakukan oleh orang yang bergaji besar dan berpenghasilan cukup dan bahkan yang penghasilannya berlebih. Perselingkuhan juga bukan hanya dilakukan oleh lelaki dan wanita lajang, akan tetapi juga dilakukan oleh mereka yang sudah punya pasangan suami istri yang halal.

Karena itu, syahwat makan, minum, dan seks itu harus mampu dimenej dengan baik dalam kondisi dan situasi yang halal. Kalau tidak, ketiga syahwat tersebut akan mendorong seseorang untuk mendapatkannya dengan segala cara, tanpa mengenal halal dan haram. Makanan dan minuman yang dikonsumsinya dari yang diharamkan Allah itu akan bereaksi negatif dan mempengaruhi hati, pikiran dan perilaku pelakunya, siapapun ia, apakah orang biasa maupun seorang alim atau abid (ahli ibadah). Dorongan negatifnya tidak hanya sebatas makan dan minum yang haram, tapi melebar kepada penyimpangan moral seperti zina dan sejenisnya.

Apabila makanan dan minuman yang haram atau syubhat yang dikomsumsi itu bereaksi, maka tidak akan ada manfaat ilmu, iman, dan akhlak yang dimiliki sebelumnya. Akhirnya semua yang diharamkan dan yang dimurkai Allah bisa dilakukan dengan mudah tanpa berpikir panjang, karena demikianlah tipe dan karakter orang yang sedang dikendalikan, dimabuk, dan diperbudak syahwat haram.

Orang yang dimabuk dan diperbudak syahwat itu dengan mudah melakukan maksiat atau dosa-dosa besar seperti zina, minum khamar, korupsi, mendatangi dukun dan para peramal, dan bahkan dengan enteng menentang hukum dan peraturan Allah dan Rasul-Nya Muhammad Saw. baik secara terus terang maupun dengan berbalut baju islam dan kebaikan. Agama Allahpun diperjualbelikan untuk kepentingan syahwat dunia yang tidak seberapa, tanpa takut sedikitpun ancaman Allah. Bahkan akhirat yang sangat luar biasa ditukar dengan dunia yang sedikit dan hina:

أُولَئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالآخِرَةِ فَلا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلا هُمْ يُنْصَرُونَ

Mereka orang yang menukar dunia dengan akhirat, maka sedikitpun tidak diringankan azab bagi mereka dan tidak pula ditolong. {QS. Al-Baqarah (2) : 86}

Walhasil, orang seperti itu hatinya keras dan sakit. Pikirannya kacau dan hati tidak tenang lagi. Perasaannya kalut, gelisah, dan tidak mendapat ketenangan hidup. Kalau tidak dilakukan pengobatan dan perbaikan terhadap hatinya (tazkiyatunnafs), khususnya melalui ibadah Shiyam, maka perilakunya bisa rusak total kendati masih terlihat baju keislamannya. Benarlah apa yang disabdakan Rasul Saw, seperti yang diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahehnya:

إِنَّ الْحَلالَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لا يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ فَمَنْ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ أَلا وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلا وَإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ أَلا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلا وَهِيَ الْقَلْبُ

Sesungguhnya halal itu jelas dan haram itu jelas dan di antara keduanya adalah syubhat di mana tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Maka barang siapa yang terpelihara dari yang syubhat itu maka selamatlah agama dan harga dirinya. Siapa yang terjatuh ke dalam yang syubhat itu maka ia terjatuh ke dalam yang haram. Persis seperti pengembala yang mengembala di sekitar pagar (kebun orang lain), maka sulitlah dipastikan (binatang ternaknya) tidak terjatuh (memakan rumput yang ada di kebun orang lain). Ingatlah, bahwa setiap raja memiliki batas (teritorial)nya dan ingatlah, batas (teritorial) Allah itu apa yang diharamkan-Nya. Dan ingatlah, di dalam setiap tubuh (manusia) itu ada seperti daging yang digigit. Bila daging tersebut baik maka semua anggota tubuh akan baik dan bila daging tersebut buruk, maka semua anggota tubuhnya akan jadi buruk pula. Itulah jantung (hati nurani). (HR. Imam Muslim).

Sebab itu, shiyam adalah solusi terbaik untuk pengendalian syahwat seperti yang disabdakan Rasul Saw :

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ



Wahai pemuda! Siapa di antara kalian yang sudah memiliki kemampuan, hendaklah ia menikah karena sesungguhnya menikah itu merupakan cara terbaik untuk bisa menundukkan pandangan dan cara terbaik untuk memelihara kemaluan. Dan siapa yang belum memilki kemampuan maka hendaklah ia perbanyak shaum, karena sesungguhnya manfaat shaum itu baginya adalah pemecah syahwat. (HR. Imam Muslim)

(Bersambung…)

Artikel ini didukung oleh ‘Gerakan Wakaf Pesantren Mu’jizat Quran dan Sunnah’ Dapatkan Mushaf Qurannya dan raihlah amal wakafnya’ . Bagi yang ingin berpartisipasi dalam amal soleh ini silahkan klik : Resensi Buku : Jelang Ramadhon , Mari Miliki Al Quran Tadabur , Raihlah Amal Wakafnya, Gratis Kitab + CD Membaca Quran Hingga Faseh + CD

quran tadabur

Puasa Terbaru