eramuslim

Raja Arab Saudi Janji Tolak Proposal Perdamaian AS Untuk Palestina

Eramuslim - Raja Salman bin Abdul Aziz meyakinkan sekutu di Liga Arab bahwa Arab Saudi tidak akan mendukung rencana perdamaian Timur Tengah yang diajukan Amerika Serikat untuk mengatasi status Palestina atau hak kembali pengungsi. Pernyataan ini dilontarkan orang nomor 1 di Saudi untuk meredakan kekhawatiran negara-negara Liga Arab mengenai kemungkinan Kerajaan mendukung proposal perdamaian AS yang memihak Israel.

Jaminan pribadi Raja Salman kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah menegaskan posisi Arab Saudi untuk menolak rumor bahwa sikap Arab Saudi akan berubah di bawah kekuasaan putranya, Mohammad bin Salman.

Pada gilirannya muncul pertanyaan apakah Arab Saudi dapat menggalang dukungan negara-negara Arab untuk mengakhiri perselisihan Israel-Palestina? Ditengah perang melawan Syiah Iran.

"Di Arab Saudi, raja adalah orang yang memutuskan masalah ini sekarang, bukan putra mahkota. Kesalahan AS adalah mereka berpikir satu negara dapat menekan sisanya untuk menyerah, tetapi ini bukan tentang tekanan. Tidak ada pemimpin Arab yang bisa menyerah di Yerusalem atau Palestina," ujar seorang diplomat senior Arab Saudi di Riyadh, lansir Reuters, (29/07).

Sebelumnya di bulan Desember lalu, pejabat Palestina mengatakan bahwa Pangeran Mohammed bin Salman telah menekan Abbas untuk mendukung rencana AS meskipun kekhawatiran itu menawarkan pemerintahan Palestina, namun tanpa hak pengembalian bagi pengungsi yang mengungsi oleh perang Arab-Israel 1948 dan 1967.

Rencana semacam itu akan menyimpang dari Prakarsa Perdamaian Arab yang disusun oleh Arab Saudi pada tahun 2002 di mana negara-negara Arab menawarkan hubungan normal Israel dengan imbalan kesepakatan kenegaraan dengan Palestina dan penarikan penuh Israel dari wilayah yang direbut pada 1967.

Para pejabat Arab Saudi membantah ada perbedaan antara Raja Salman, yang secara vokal mendukung inisiatif itu, dan Mohammed bin Salman, yang telah mengguncang kebijakan yang telah lama dipegang dengan mengatakan kepada sebuah majalah AS pada bulan April lalu bahwa orang Israel berhak untuk hidup damai di tanah mereka sendiri.

Duta besar Palestina untuk Riyadh, Basem Al-Agha, menekankan bahwa Raja Salman telah menyatakan dukungan untuk Palestina dalam pertemuan baru-baru ini dengan Abbas.

"Kami tidak akan meninggalkan Anda ... Kami menerima apa yang Anda terima dan kami menolak apa yang Anda tolak," ujar Al-Agha menirukan perkataan Raja Salman.

Agha mengatakan bahwa Raja Salman menamai konferensi Liga Arab 2018 "Konferensi Tingkat Tinggi Yerusalem" dan mengumumkan bantuan senilai US$ 200 juta atau Rp 2,8 triliun untuk Palestina adalah pesan bahwa Yerusalem dan pengungsi Palestina akan menjadi pokok utama solusi konflik Israel-Palestina. (tmp)