eramuslim

Ramadhan Mubarak di Masjid Agung Al-Azhar

“Tingkatkan Pemahaman terhadap Alquran dan Assunnah serta Kepedulian terhadap Sesama” adalah tema yang diusung Masjid Al-Azhar pada Ramadhan kali ini. Tak heran jika masjid ini selalu ramai dipadati pengunjung dan jamaah. Masjid yang dahulunya bernama Masjid Agung Kebayoran Baru ini memang telah mempersiapkan kegiatan Ramadhan sejak dua bulan menjelang Ramadhan.

Menurut Ketua Pengurus Takmir Masjid Agung Al-Azhar, Dr. H. Shobahussurur, M.A., latar belakang tema Ramadhan tahun ini adalah karena masih banyak terjadi kesalahan dalam memahami ajaran Islam di lingkungan umat, alquran dan sunnah seringkali dipahami secara parsial yang menyebabkan munculnya berbagai tindakan yang salah. Di samping itu, juga karena banyaknya jumlah angka pengangguran, kemiskinan, kebodohan, dan penindasan. Semuanya itu menggerakkan hati kita untuk semakin sadar akan pentingnya makna kerja sama, tolong-menolong, dan bantu-membantu.

Masjid Agung Al-Azhar adalah sebuah masjid yang terletak di kompleks sekolah Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Masjid ini dikukuhkan oleh Pemda DKI Jakarta sebagai salah satu dari 18 situs tapak sejarah perkembangan kota Jakarta. Selain itu, masjid ini dijadikan cagar budaya nasional per tanggal 19 Agustus 1993. Komplek masjid ini juga mempunyai sebuah universitas didalamnya yaitu Universitas Al Azhar Indonesia.

Masjid ini didirikan atas usaha 14 tokoh Masyumi untuk memiliki sebuah masjid utama di kawasan Kebayoran Baru. Pada tahun 1952, atas anjuran Mr Syamsudin, Menteri Sosial RI pada saat itu, maka oleh para tokoh tersebut didirikanlah Yayasan Pendidikan Islam (YPI) pada tanggal 7 April 1952. Yayasan tersebut pada tanggal 19 November 1953 mulai mendirikan sebuah masjid di area sebesar 43.755 meter2. Akhirnya pada tahun 1958, masjid ini selesai dibangun dan diresmikan. Pada era sekitar 1960-an, rektor Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, Prof. Dr. Mahmud Shaltut memberikan ceramah terbuka di masjid ini dan sangat terkesan dengan kemegahan masjid ini. Oleh karena itu, dia menyarankan untuk memberi nama masjid ini menjadi Masjid Agung Al-Azhar. (wikipedia)

Berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Masjid Agung Al-Azhar (MAA) adalah dalam rangka memberikan sarana dan fasilitas kepada jamaah untuk dapat meningkatkan pengabdian kepada Allah, baik dalam habl min Allah (hubungan langsung dengan Allah) maupun habl min al-nas (hubungan dengan sesama manusia). Dengan keikutsertaan jamaah dalam berbagai kegiatan di MAA, diharapkan tidak saja kesalihan pribadi yang dibangun tapi juga kesalihan sosial.

Pada Ramadhan kali ini, serangkaian kegiatan digelar dalam menyemarakkan bulan suci di MAA. Dilihat dari jenis kegiatan, kegiatan di MAA terbagi menjadi lima bagian, yaitu pra Ramadhan, kegiatan rutin, kegiatan nonrutin, majelis taklim, kegiatan unit, dan kegiatan sekolah. Dalam pra Ramadhan, MAA telah mengadakan tarhib (salah satunya bekerja sama dengan eramuslim.com). Sementara, kegiatan rutin yang dilakukan setiap Ramadhan tiba antara lain: kuliah subuh, kultum, buka puasa harian, shalat tarawih berjamaah, penerimaan ZIS, dan shalat Idul Fitri. Buka puasa harian yang diselenggarakan setiap hari untuk umum dapat dinikmati oleh sekitar 500-700 orang dari berbagai kalangan.

Shalat tarawih yang dilakukan adalah 11 rakaat sudah termasuk witir, tentunya jamaah juga mendapat siraman ruhani menjelang tarawih dari para ustadz yang berkompeten. Sebut saja, Dr. H. Adian Husaini, Ir. H. Ismail Yusanto, Prof. Dr. Din Syamsudin, Dr. H. Hidayat Nurwahid, Prof. Dr. H. Didin Hafiduddin, dan Dr. H. Adhyaksa Dault (jadwal lengkap dapat diperoleh di sekretariat MAA).

Selain kegiatan tersebut, jamaah juga dapat belajar membaca quran dengan ustadz karena MAA mengadakan program tadarus, tahsin, dan tadabbur quran setiap hari. Jangan lupa pula, jamaah dapat pula mengikuti iktikaf yang dilaksanakan pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Kegiatan ini juga telah rutin diadakan oleh MAA setiap tahun dan banyak jamaah yang mengikutinya.

Salah satu kegiatan unik yang diadakan oleh pengurus MAA adalah menggelar buka puasa di lembaga pemasyarakatan. Pada tahun ini, pengurus MAA akan menggelar buka puasa di Lapas rutan Pondok Bambu, Lapas anak laki-laki di Tangerang, dan Lapas pemuda di Tangerang.

Tentu saja, masih banyak serangkaian kegiatan lain yang diadakan oleh MAA yang dapat diikuti oleh jamaah setiap harinya untuk mengisi Ramadhan. Jika masih bingung akan ke mana dalam mengisi Ramadhan kali ini, MAA adalah salah satu tempat yang bermanfaat untuk dikunjungi.(Indah)