Ramai Menteri Prabowo Ajukan Tambahan Anggaran Jumbo, Komdigi Butuh Rp 12 Triliun, Kemenag Minta Tambahan Rp 8 Triliun

Eramuslim.com - Gelombang permintaan tambahan anggaran menyerbu DPR. Sejumlah kementerian dan lembaga Kabinet Merah Putih meminta suntikan dana jumbo untuk APBN 2026 dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran dan komisi terkait. Mereka beralasan, pagu indikatif yang telah ditetapkan pemerintah dinilai belum mampu menopang program-program prioritas era Presiden Prabowo Subianto.
Berikut deretan usulan dana tambahan paling mencolok:
Kemenko Polkam Bidik Rp 728 Miliar untuk Bangun Command Center
Menko Polhukam Budi Gunawan mengajukan anggaran Rp 728,8 miliar, melonjak drastis dari pagu awal Rp 126,5 miliar. Salah satu program utama adalah pembangunan command center senilai Rp 250 miliar sebagai pusat kendali keamanan nasional berbasis data real-time.
Yusril Keluhkan Minim Anggaran, Ajukan Tambahan Rp 100 Miliar
Menteri Koordinator Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra, meminta tambahan Rp 100,6 miliar dari pagu awal Rp 124,6 miliar. Tahun sebelumnya, kementeriannya sempat nyaris tak bisa menggaji pegawai karena hanya kebagian Rp 9 miliar sebelum disuntik DPR.
AHY Minta Rp 200 Miliar Demi Kawal Proyek Kereta Cepat
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengajukan tambahan Rp 200 miliar untuk mengawal perluasan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung hingga Surabaya.
Zulhas Tuntut Rp 272 Miliar untuk Program Koperasi Desa
Menko Pangan Zulkifli Hasan mengusulkan total anggaran Rp 410 miliar—naik Rp 272 miliar dari pagu awal—untuk pengawasan kebutuhan pangan dan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih.
Pratikno Ingin Rp 207 Miliar Tambahan untuk AI dan Stunting
Menko PMK Pratikno butuh tambahan Rp 207,2 miliar dari total kebutuhan Rp 314 miliar untuk menekan angka stunting dan mengembangkan teknologi kecerdasan buatan.
Cak Imin Butuh Rp 276 Miliar demi Indonesia Bebas Kemiskinan
Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengusulkan total Rp 500,1 miliar untuk menurunkan angka kemiskinan, dari pagu awal yang baru Rp 223,9 miliar.
Kominfo & Digital 'Teriak' Kekurangan Rp 12,6 Triliun
Kementerian Komdigi menjadi pengusul anggaran tambahan terbesar. Mereka hanya menerima pagu Rp 7,75 triliun dari kebutuhan Rp 20,36 triliun. Dana ini akan digunakan untuk membangun infrastruktur digital, komunikasi publik, hingga mendukung lembaga kuasi-publik seperti KPI dan Dewan Pers.
Kemenag Usulkan Tambahan Rp 8,4 Triliun untuk Gaji ASN
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajukan tambahan Rp 8,4 triliun untuk membayar gaji dan tunjangan ASN dan non-ASN yang baru diangkat pada pertengahan 2025.
BP Haji Masih Numpang, Minta Tambahan Rp 179 Miliar
Kepala BP Haji mengusulkan tambahan Rp 179,7 miliar untuk sewa kantor sementara dan operasional. Saat ini lembaga itu masih berbagi gedung dengan Kemenag.
Kemensos Tambah Rp 1,19 Triliun untuk Sekolah Rakyat
Kemensos mendapatkan restu dari Kemenkeu dan Bappenas untuk menambah Rp 1,19 triliun demi mendukung program Sekolah Rakyat. Anggaran Kemensos pun naik menjadi Rp 80,79 triliun.
KemenPPPA Tambah Rp 50 Miliar untuk Tangani Kekerasan
Kementerian PPPA mengusulkan tambahan Rp 50 miliar guna menjalankan layanan rujukan, kampanye anti-kekerasan, dan perlindungan anak daring, plus Rp 19 miliar tambahan untuk belanja operasional.
Kementan Minta Lonjakan Anggaran Jadi Rp 44,6 Triliun
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengusulkan kenaikan pagu drastis dari Rp 13,75 triliun menjadi Rp 44,64 triliun. Dana ini diperlukan untuk program swasembada pangan dan hilirisasi komoditas pertanian nasional.
Bagaimana respon dari sobat Eramuslim?
Sumber: Kompas.com