eramuslim

Relawan Anies Dicap Radikal, Mustofa: Dulu Jakarta Dibilang akan Jadi Suriah

Anies Baswedan memberi keterangan pers usai diperiksa KPK terkait kasus korupsi pengadaan lahan di Munjul. (foto; Instagram @aniesbaswedan)

eramuslim.com — Deklarator Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES) untuk mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke panggung Pilpres 2024 dituding terafiliasi dengan kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Sang Deklarator, La Ode Basir dituduh sebagai simpatisan HTI, kelompok yang telah resmi dilarang pemerintah.

Beredarnya isu tersebut ditanggapi politikus Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya .

Lewat cuitannya di Twitter @TofaTofa_id, ia menyebut justru yang lebih seram saat ada yang menakut-nakuti jika Anie jadi gubernur maka Jakarta akan jadi Suriah.

“Enggak mempan. Dulu, malah lebih serem. Ada yang nakut2i. Tahun 2017, masyarakat di DKI ditakuti. Bahwa, kalau Anies  jadi Gubernur, maka Jakarta akan jadi Suriah,” celoteh Mustofa, dikutip pada Minggu (24/10/2021).

Ia menegaskan, isu-isu demikian kerap menyerang Anies lewat propaganda yang barbau fitnah.

Hal ini, kata dia, hanya akan berhasil jika pemilihnya berideologi komunis.

“Propaganda bau-bau fitnah, hanya akan berhasil, jika pemilihnya berideologi Komunis,” cetusnya.

 

Sementara itu, Koordinator Deklarator ANIES La Ode Basir menantang para pembenci Anies Baswedan untuk debat terbuka di hadapan publik.

Barisan relawan pendukung Anies Baswedan untuk maju jadi Capres di Pemilihan Presiden 3 tahun lagi ini mendapat rongrongan dari sejumlah kalangan sejak melakukan deklarasi pada Rabu (20/10/2021) kemarin.

Ia mengatakan bagi mereka yang tidak suka Anies mestinya fokus mendebat narasi ANIES yang menyatakan Anies Baswedan berhasil memimpin Jakarta, bukan menyerang pribadinya dan teman-teman.

“Bias nantinya. Mari kita berdebat terbuka, mari kita uji instrumen kita, mari kita kalibrasi rasionalitas kita,” tandasnya.

“Saya deklarator Anies  Rasyid Baswedan for Presiden 2024. Karena Anies berhasil memimpin Jakarta. Mari kita berdebat terbuka, mari kita uji instrumen kita, mari kita kalibrasi rasionalitas kita,” pungkas La Ode. (fajar)