free hit counters
 

Resensi Buku : Inilah 40 Karakter Yang Dicintai Allah

Redaksi – Jumat, 15 September 2017 11:01 WIB

Eramuslim Plaza – Cinta Allah kepada hamba adalah suatu karunia yang tidak bisa diukur nilainya kecuali oleh orang yang mengetahui Allah (ma’rifatullah) secara baik. Dan cinta Allah kepada hamba merupakan salah satu sifat dari sifat-sifatNya yang wajib ditetapkan dan diimani.

Sebaliknya, cinta hamba kepada Rabbnya adalah suatu kenikmatan bagi hamba itu sendiri. Tidak bisa dirasakan kecuali oleh orang yang telah mengecap nikmatnya Iman. Dan hukumnya fardhu ain bagi semua makhluk, karena ia merupakan manifestasi dari tauhid itu sendiri. Oleh karena itu, seorang Mukmin yang mencintai Allah tidak boleh mencintai sesuatu yang dibenci oleh Allah, siapa pun dia dan apapun ia.

Buku Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi ini memaparkan kepada Anda tentang 40 karakteristik kekasih Allah. Semua pembahasan ini merupakan hasil jerih payah penulis dalam mengumpulkan ayat al-Qur`an dan hadits Nabawi yang berkaitan dengan kecintaan Allah terhadap hambaNya, sebab-sebab untuk mendapatkannya, dan pengaruh positifnya dalam kehidupan sehari-hari yang semuanya dikemas dalam bahasa yang mudah dan menakjubkan.

Di antara keistimewaan buku ini adalah pencantuman referensi pada catatan kaki dan derajat hadits yang dikutip, sehingga pembaca terhindar dari pengamalan hadits dha’if dan maudhu’. Dan pada akhir pembahasan, beliau memberikan tips bagaimana meraih surga dengan mudah, ialah sebuah tempat yang di dalamnya terdapat kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dan terbetik dalam hati. Mari berlomba meraih cinta Allah!!!

Judul Buku : 40 Karakteristik Mereka yang dicintai Allah

Karya : Syeikh Abdul Azhim bin Badawi al Khalafi

Harga : Rp 110.000 (belum termasuk ongkir)

Bagi yang berminat memesannya, silahkan telp/WA/sms ke 085811922988 atau email ke [email protected] dengan menyebutkan judul buku, nama pemesan, alamat kirimnya agar kami tawarkan. Salam.

loading...

Resensi Buku Terbaru

blog comments powered by Disqus