free hit counters
 

Surga dan Neraka (Serial Trilogi Alam Akhirat 3)

Ilham – Selasa, 16 Rajab 1433 H / 5 Juni 2012 16:40 WIB

Surga dan Neraka (Serial Trilogi Alam Akhirat 3)

Buku yang hadir di tengah pembaca, merupakan salah satu buku ”Serial Trilogi Alam Akhirat” yang diterjemahkan dari kitab berjudul ”Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahih ad-Daaril Akhirah” karya Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli yang dita’liq oleh tiga ulama besar abad ini yaitu; Syaikh Muhammad bin Nashiruddin al-albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahumullah.

Buku ini mengupas secara detail tentang alam akhirat, dimulai dari kematian manusia hingga negeri keabadian yaitu surga atau neraka, yang kemudian kami kemas menjadi tiga buah buku yang berseri, dengan masing-masing judul; buku pertama berjudul “MISTERI KEMATIAN” (Menguak Fenomena Kematian dan Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat), buku kedua berjudul “PRAHARA PADANG MAHSYAR” (Peristiwa Pengumpulan Manusia di Padang Mahsyar, Huru Hara Kiamat, Hisab, Mizan, Telaga, Sirath dan Syafa’at), dan buku ketiga kami beri judul “SURGA & NERAKA” (Mengenal Lebih Dekat Keindahan Surga dan Kengerian Neraka). Dengan harapan agar buku ini mudah dibaca dan dipahami serta tidak membosankan bagi para pembaca.

Buku yang sekarang ada di hadapan pembaca merupakan buku ke-3 dari buku trilogi yang diberi judul “Surga dan Neraka” yang didalamnya membahas tentang keindahan surga dan kengerian neraka, dan disertai kisah dan teladan orang-orang shalih. Buku ini sangat bagus untuk dibaca dan ditela’ah sehingga dapat menambah keimanan kita serta menambah wawasan keilmuan.

Salah satu di antara pokok keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah mengimani keberadaan Surga (Al Jannah) dan Neraka (An Naar). Salah satunya berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya..” (QS. Al-Baqarah : 24-25. Mengimani surga dan neraka berarti membenarkan dengan pasti akan keberadaan keduanya, dan meyakini bahwa keduanya merupakan makhluk yang dikekalkan oleh Allah, tidak akan punah dan tidak akan binasa, dimasukkan ke dalam surga segala bentuk kenikmatan dan ke dalam neraka segala bentuk siksa. Juga mengimani bahwa surga dan neraka telah tercipta dan keduanya saat ini telah disiapkan oleh Allah ta’ala. Sebagaimana firman Allah Ta’ala mengenai surga (yang artinya), “..yang telah disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (QS. Ali Imran : 133)

Surga

Surga (Al Jannah) secara bahasa berarti : kebun (al bustan), atau kebun yang di dalamnya terdapat pepohonan. Bangsa Arab juga biasa memakai kataal jannahuntuk menyebut pohon kurma. Secara istilah, surga ialah nama yang umum mencakup suatu tempat (yang telah dipersiapkan oleh Allah bagi mereka yang menaati-Nya), di dalamnya terdapat segala macam kenikmatan, kelezatan, kesenangan, kebahagiaan, dan kesejukan pandangan mata. Surga juga disebut dengan berbagai macam nama selain Al Jannah, diantaranya :Darus Salam(Negeri Keselamatan;lihat QS. Yunus : 25),Darul Khuld(Negeri yang Kekal;lihat QS. Qaaf : 34),Jannatun Na’im(Surga yang Penuh Kenikmatan;QS. Luqman: 8),Al Firdaus(QS. Al Kahfi : 108), dan berbagai penamaan lainnya.

“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabbmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasulNya. Itulah karunia Allah, diberikanNya kepada siapa yang dikehendakiNya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al Hadid : 21)

Di dalam buku ini anda akan dijelaskan secara lengkap mengenai keindahan-keindahan yang ada didalam surga. Seperti yang dijelaskan dalam hadist berikut :

“Abu Hurairah berkata : kami berkata : wahai Rasulullah ceritakan kepada kami tentang surga, apa bangunannya ? , Beliau bersabda : Bata emas dan bata perak, lumpur lepanya kasturi, kerikilnya mutiara dan permata, dan tanahnya za’faran. Barangsiapa memasukinya, ia merasa nikmat dan tidak jemu, abadi dan tidak mati, pakaiannya tidak using, dan masa mudanya tidak lenyap. (Ada) tiga golongan yang doa mereka tertolak ; pemimpin yang adil, orang yang berpuasa hingga berbuka dan doa orang yang teraniaya dibawa di atas awan, pintu-pintu langit dibuka untuknya, Rabb berfirman : Demi kemuliaan dan keluhuran-Ku, Aku akan menolongmu meski selang berapa lama.” ( HR. Ahmad 2/304, Darimi 2824, Thayalisi 2583, Riwayat Abu Nu’aim dalam Shifatul Jannah, Hadist dari Abu Hurairah 100)

Surga memiliki pintu-pintu. Dalam sebuah hadits dari shahabat Sahl bin Sa’ad radhiyallaahu anhu dari Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam, “Di dalam surga terdapat delapan pintu, di antaranya adalah Ar Rayyan. Tidak ada yang memasukinya kecuali orang-orang yang berpuasa”. Dari Utbah bin Ghazawan radhiyallaahu anhu, beliau berkata mengenai lebar tiap pintu surga, “Rasulullah bersabda kepada kami bahwasanya jarak antara daun pintu ke daun pintu surga lainnya sepanjang perjalanan empat puluh tahun, dan akan datang suatu hari ketika orang yang memasukinya harus berdesakan”.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Qais RA, Rasulullah bersabda :

“Sungguh orang mukmin di surga memiliki tenda dari satu mutiara, cekung, panjangnya empat puluh mil, di dalamnya terdapat istri-istri, orang mukmin mengelilingi mereka namun mereka tidak saling melihat.” (HR. Bukhari – Muslim)

Selain itu didalam buku ini juga dijelaskan siapa saja penghuni surga, para pemimpin di surga, siapa yang pertama memasuki surga, siapa golongan terakhir memasuki surga, bagaimana keadaan mereka didalam surga dan masih banyak yang lainnya.

“Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera.” (QS. Al-Hajj : 23)

Neraka

An Naar, neraka secara bahasa ialah kobaran api (al lahab) yang panas dan bersifat membakar. Secara istilah bermakna, suatu tempat yang telah disiapkan Allah subhanahu wa ta’ala bagi orang-orang yang mendurhakai-Nya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Allah mela’nati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka)” (QS. Al Ahzab : 64). Neraka memiliki beragam nama selain an naar, diantaranya Jahannam (lihat QS. An Naba’ : 21-22), Al Jahim (QS. An Naziat : 36), As Sa’ir (QS. Asy Syura : 7), Saqar (QS. Al Mudatsir : 27-28), Al Huthomah (QS. Al Humazah : 4), dan Al Hawiyah (QS. Al Qari’ah : 8-11)

Neraka disiapkan Allah bagi orang-orang yang mengkufuri-Nya, membantah syariat-Nya, dan mendustakan Rasul-Nya. Bagi mereka adzab yang pedih, dan penjara bagi orang-orang yang gemar berbuat kerusakan. Itulah kehinaan dan kerugian yang paling besar. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.” (QS. Ali Imran : 192). Demikian pula firman Allah Ta’ala, “Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat.” Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS. Az Zumar : 15). Itulah seburuk-buruk tempat kembali. “Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.” (QS. Furqan : 66)

“Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya m anusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir” (QS. Al Baqarah : 24). Batu yang dimaksud dalam ayat ini ditafsirkan oleh Ibnu Abbas dan sebagian besar pakar tafsir dengan belerang, dikarenakan sifatnya yang mudah menyala lagi busuk baunya. Sebagian pakar tafsir juga berpendapat bahwa yang dimaksud batu di sini, ialah berhala-berhala yang disembah, sebagaimana Allah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya.” (QS. Al Anbiya : 98)

Mengingat Nikmat Surga dan Adzab Neraka Sumber Rasa Khusyu’ dalam Hati

Yahya bin Mu’adz berkata, “Rasa takut di dalam hati bisa tumbuh dari tiga hal. Yaitu senantiasa berpikir seraya mengambil pelajaran, merindukan Surga seraya memendam rasa cinta, dan mengingat Neraka seraya menambah ketakutan.” Hendaklah diri kita tidak pernah merasa aman dari adzab neraka. Sulaiman At Taimi pernah berkata, “Aku tidak tahu apa yang tampak jelas bagiku dari Rabbku. Aku mendengar Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Dan jelaslah bagi mereka adzab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan”. (QS. Az Zumar : 47).

Bagi yang ingin menambah wawasan keilmuan tentang membahas tentang keindahan surga dan kengerian neraka lainnya, dapat anda dapatkan dalam buku ini. Selamat membaca ! (Fzl)

Dapatkan di Plaza Eramuslim

“SURGA & NERAKA” (Mengenal Lebih Dekat Keindahan Surga dan Kengerian Neraka)

Kategori: Agama Islam

Ta’liq : Syaikh Muhammad bin Nashiruddin al-albani, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahumullah.

Penulis : Ahmad Musthafa Mutawalli

ISBN: 978-602-8013-55-0

Ukuran: 15 X 23,5 cm (Soft Cover)

Halaman: 367 hal

Berat : 500 gram

Penerbit : Darul Ilmi Publishing

Harga Awal :Rp.50.000

Harga Diskon : Rp.45.000

Harga 1 Paket : Rp. 125.000 ( MISTERI KEMATIAN , PRAHARA PADANG MAHSYAR , SURGA & NERAKA )

Untuk mendapatkan buku ini atau buku yang lainnya silahkan hubungi ke 021 8430 9717 / 021 7061 3612 sms 0856 9716 2180

Resensi Terbaru

blog comments powered by Disqus