free hit counters
 

Kisah Sejarah Pangeran Diponegoro (11)

Redaksi – Sabtu, 17 Muharram 1439 H / 7 Oktober 2017 13:00 WIB

“Pasti, Tuan. Semuanya sudah saya siapkan, termasuk Sari.”

“Bagus, bagus. Tolong untuk perempuan itu kowe jangan suruh menari lama-lama. Nanti diakecapekan. Aku tidak mau kalau dia nanti cepat capek. Untukmu sendiri pasti sudah juga kan?”

Danuredjo tertawa keras sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Smissaert juga ikut tertawa.

“Sriayu lagi…?” goda Smissaert.

Patih itu menggelengkan kepalanya, “Untuk malam ini yang lain saja. Bosan kalau makan sayur asem terus, biar malam ini saya makan sayur lodeh…”

Smissaert sekarang yang tertawa keras. Danuredjo pun demikian. Keduanya memang penggila perempuan. Bahkan di dalam urusan keputusan pengadilan pun, Patih Danuredjo akan memenangkan pihak yang memberikan hadiah berupa perempuan muda dan cantik kepadanya. Hanya Wakil Residen Chevallier yang mampu menandingi mereka dalam urusan perempuan. Wakil Smissaert ini memiliki banyak kisah asmara, termasuk dengan puteri-puteri kraton.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4 5 6

loading...

Resensi Terbaru

blog comments powered by Disqus