eramuslim

Rocky Gerung Bongkar Risiko Konflik Gerindra-Golkar di Kabinet Gara-gara LPG 3 Kg, Bisa Bikin Kabinet Pecah

eramuslim.com - Sikap Partai Golkar yang membela Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, terkait pembatasan penjualan LPG 3 kg dinilai berpotensi merusak stabilitas Kabinet Merah Putih.

Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti adanya perbedaan sikap antara elite Partai Golkar dan Partai Gerindra dalam polemik LPG 3 kg. Ia mencatat bahwa Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa kebijakan larangan penjualan LPG 3 kg bukanlah instruksi dari Presiden Prabowo.

Di sisi lain, Waketum DPP Golkar, Ahmad Doli Kurnia, justru membela Bahlil dengan alasan bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk memperbaiki permasalahan dalam distribusi gas bersubsidi.

"Pak Doli menganggap bahwa pasti Presiden tahu (kebijakan Bahlil), kita mau lihat konsekuensi dari cara berpikir itu. Mesti ada mitigasi, Dasco dari Gerindra tentu menganggap bahwa bukan itu yang dimaksud instruksi Presiden," ujar Rocky dalam podcast YouTube Hersubeno Arief, Sabtu, 8 Februari 2025.

Melihat dinamika tersebut, Rocky mengkhawatirkan adanya potensi perpecahan di dalam Kabinet Merah Putih akibat konflik yang muncul antara dua partai besar pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Kita pantau isunya itu seolah-olah membuat Golkar dan Gerindra berselisih di dalam (Kabinet) soal kebijakan. Yang terjadi adalah kebijakan Bahlil tidak menyelesaikan masalah," jelas Rocky.

Lebih lanjut, Rocky menilai bahwa permasalahan terkait LPG 3 kg tidak bisa serta-merta dikaitkan langsung dengan Presiden Prabowo, seolah-olah kebijakan tersebut berasal dari kepala negara.

"Kebijakan itu dibuat demikian cepat, itu artinya tidak ada semacam modeling dari pihak (Kementerian) ESDM, tidak ada upaya memantau bahwa skala problem yang sangat bersifat nasional ini mesti ada kebijakan mitigasi. Saya kira itu soal utamanya," tutup Rocky.

(Sumber: RMOL)