eramuslim

Rocky Gerung: Disertasi Bahlil Memalukan, Rektor UI Lebih Parah—Harusnya DO, Bukan Revisi!

eramuslim.com - Pengamat politik Rocky Gerung mengkritik Bahlil Lahadalia terkait disertasinya di Universitas Indonesia (UI), menyebutnya sebagai sesuatu yang memalukan.

Rocky menilai bahwa disertasi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut hanya terlihat berat karena tebalnya, tetapi tidak memiliki bobot akademik yang kuat.

“Anda bisa buat disertasi tebel-tebel dan terlihat berat karena tebel. Kalimat pertama, dibantah dengan kalimat terakhir. Akhirnya resultansinya 0. Itu yang dilakukan Bahlil,” kata Rocky dikutip dari akun Threads @rockygerungfans, Senin (10/3/2025).

Menurut Rocky, yang lebih memalukan adalah keputusan Rektor UI yang tidak menjatuhkan sanksi Drop Out (DO) kepada Bahlil, meskipun terbukti melakukan pelanggaran akademik.

“Bahlil memalukan, lebih memalukan lagi Rektor UI. Dia memberikan kesempatan Bahlil untuk revisi. Dia harusnya DO,” tegas Rocky.

Bahkan, Rocky menyebut Rektor UI Heri Hermansyah sebagai sosok yang dungu.

“Coba bayangin coba. Jadi yang dungu itu rektor UI. Ya saya mengajar 15 tahun di UI jadi saya tahu itu,” imbuhnya.

Ia juga memplesetkan slogan UI sebagai universitas kelas dunia dengan menyebutnya sebagai WC UI.

“Dan UI bangga tuh. Universitas Indonesia akan jadi world class university. World class university. Disingkat WC UI,” terangnya.

Sementara itu, pihak UI melalui Direktur Humas, Media, Pemerintah, dan Internasional, Arie Afriansyah, menyatakan bahwa disertasi Bahlil Lahadalia memang perlu diperbaiki sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Rektor UI dan pihak terkait.

"Terkait dengan mahasiswa bersangkutan, sebagaimana yang disampaikan oleh Rektor UI Heri Hermansyah, adalah diminta perbaikan disertasi sesuai dengan ketentuan dan sisi substansi yang akan ditentukan oleh Pak Rektor dan Pak Bahlil," kata Arie dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Ia juga menambahkan bahwa UI belum menentukan apakah perbaikan disertasi tersebut harus dilakukan secara keseluruhan atau hanya pada bagian tertentu.

"Jadi perbaikan itu nanti sebagaimana karya kualitas ilmu yang pada umumnya, nanti akan ditentukan oleh para promotor dan co-promotornya, dan itu nanti tergantung bagaimana substansinya, karena karya ilmiah itu kan tidak bisa menjadi konsumsi publik, dan bagaimana ukuran dan substansi kualitasnya itu nanti akan ditentukan sesuai dengan diskusi dengan para pemimpinnya," ujarnya.

Selain itu, UI telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) yang bersifat individual bagi pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini, termasuk promotor, co-promotor, direktur, kepala program studi, serta mahasiswa terkait.

"SK tersebut bersifat individual dan akan disampaikan ke masing-masing pihak yang terkait, dan seperti yang disampaikan oleh Rektor, akan berbeda-beda satu dengan yang lainnya -sanksi-," ucap Arie.

(Sumber: Fajar)