eramuslim

Rocky Gerung Soroti Polemik Ijazah Jokowi: Publik Butuh Kejujuran, Bukan Ancaman Chaos

Eramuslim.com - Isu dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo terus menjadi sorotan publik. Meski pihak kepolisian telah memberikan keterangan resmi, polemik ini belum mereda. Pengamat politik Rocky Gerung pun kembali angkat bicara, memberikan analisis kritis terhadap respons dari pihak Istana.

Dalam sebuah konferensi pers, kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, menyampaikan bahwa mempublikasikan ijazah Presiden berpotensi memicu kekacauan. Ia khawatir hal itu bisa membuka pintu tuduhan serupa terhadap pejabat-pejabat lainnya, yang bisa mengganggu stabilitas negara.

Namun, dalam kanal YouTube miliknya pada 16 Juni 2025, Rocky Gerung menyampaikan bahwa publik tidak menginginkan kekacauan, melainkan transparansi. Menurutnya, rakyat hanya ingin memastikan kejujuran Jokowi sebagai pemimpin. “Yang dicari publik itu bukan ijazahnya, tapi kejujurannya,” ujar Rocky.

Rocky juga mengkritik narasi yang menyatakan bahwa memperlihatkan ijazah bisa menyebabkan kekacauan nasional. Ia menilai pernyataan tersebut tidak masuk akal dan justru menunjukkan kepanikan. “Kenapa rakyat dianggap histeris hanya karena ingin melihat ijazah presiden?” sindirnya.

Ia menyebut bahwa ketidakpercayaan publik terhadap ijazah Presiden bukan muncul begitu saja, melainkan karena citra Jokowi yang dinilai sering menyampaikan informasi yang tidak konsisten. Hal itu menimbulkan keraguan yang meluas.

Menurut Rocky, kasus ini seharusnya tidak dilihat dari perspektif hukum pidana antarindividu, tetapi sebagai pertanggungjawaban administrasi publik. Jokowi, sebagai kepala negara, menurutnya wajib membuktikan keabsahan dokumen yang digunakan dalam proses pencalonan presiden.

Rocky pun menyebut bahwa argumen kuasa hukum Jokowi yang menyatakan negara bisa kacau bila ijazah ditampilkan adalah logika yang keliru. “Itu bukan argumen yang logis. Justru yang dibutuhkan adalah bukti konkret, bukan spekulasi tentang kerusuhan,” ujarnya tegas.

Sumber: Jakarta Tribun News