Roy Suryo: Ijazah dan Skripsi Jokowi 99,9 Persen Palsu! Roy Suryo dan TPUA Tantang Keaslian Ijazah Jokowi di Gelar Perkara Khusus

Eramuslim.com - Ahli telematika Roy Suryo bersama Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) menghadiri gelar perkara khusus di Bareskrim Polri, Rabu (9/7), guna menyerahkan hasil analisis terkait dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Rombongan tiba sekitar pukul 09.30 WIB di Bareskrim.
Di hadapan media, Roy mengungkapkan bahwa ia akan memaparkan hasil investigasi teknis yang menyimpulkan bahwa ijazah dan skripsi Jokowi "99,9 persen palsu". Ia akan menyampaikan temuan itu bersama Ahli Digital Forensik Rismon Hasiholan Sianipar, yang juga merupakan alumni UGM.
Roy menjelaskan, salah satu temuan utamanya berasal dari uji Error Level Analysis (ELA) terhadap salinan ijazah Jokowi. Uji ini menunjukkan adanya kejanggalan pada logo dan pas foto, yang dinilai sebagai tanda manipulasi digital.
Selain itu, analisis pencocokan wajah (face comparison) menunjukkan bahwa pas foto di ijazah tersebut tidak sesuai dengan wajah Jokowi saat ini. Ia juga menyoroti nomor ijazah 1120 yang diklaim tidak selaras dengan pola penomoran ijazah Fakultas Kehutanan UGM lainnya, seperti nomor 1115 hingga 1117.
Roy turut mempertanyakan gelar akademik dosen pembimbing yang tertulis di ijazah. Menurutnya, nama Ahmad Soemitro sudah dicantumkan dengan gelar "Profesor", padahal pengukuhannya sebagai guru besar baru terjadi pada Maret 1986 — setelah tahun lulus Jokowi.
“Yang paling fatal, tidak ditemukan lembar pengujian skripsi. Itu seharusnya dokumen penting. Jika tidak ada, maka skripsi itu cacat dan tidak bisa dinyatakan lulus,” tegas Roy.
Sementara itu, Rismon Hasiholan berharap dalam gelar perkara ini, Bareskrim dapat secara transparan menjelaskan metode forensik yang digunakan sebelum menyimpulkan keaslian ijazah Jokowi.
"Kami ingin tahu secara ilmiah, apa saja prosedur forensik yang benar-benar sudah dilakukan untuk menyatakan ijazah itu asli," ujar Rismon.
Sumber: CNN Indonesia