eramuslim

Rusia Menjadikan Wilayah Muslim Sebagai Distrik

Rusia akan membentuk wilayah Kaukasus Utara menjadi sebuah distrik yang selama ini dibawah kontrol umat Muslim. Distrik baru itu meliputi Chechnya, Ingushetia, Dagestan, Kabardino-Balkaria, Karachayevo-Cherkessia, Ossetia Utara dan wilayah Stavropol.

Presiden Rusia Dmitry Medvedev menggabungkan tujuh wilayah Muslim ke dalam distrik baru dan membentuk pemerintahan baru yang akan mengontrol wilayah yang mayoritas Muslim di Utara Caucasus. Hal ini dikatakan oleh Presiden Medvedev, Selasa kemarin di Moskow. Wilayah yang bergunung-gunung termasuk Chechnya, Ingushetia dan Dagestan akan digabungkan ke dalam satu distrik, menurut berita Reuter.

Kebijakan menggabungkan wilalyah yang mayoritas penduduk Muslim itu, seperti disiarkan telivisi, di mana Medvedev menyatakan Kaukasus Utara akan menjadi  sebuah distrik yang berbentuk federal dan Alexander Khloponin, Gubernur Seberia wilayah Krasnoyarsk, yang ditujunjuk sebagai utusan khusus Medvedev.

Seorang pemimpin Chechnya yang ada dipengasingan Akhmed Zakayev mengatakan, akhir Nopember yang lalu, Kremlin telah memutuskan membuat kebijakan baru, yaitu menjadikan wilayah yang mayoritas Muslim itu, dirubah dijadikan distrik, sebelum Kremlin mengirimkan pasukan ke wilayah Kaukasus Utara secara besar-besaran.

Media yang terbit di Georgia dan Rusia memberikan laporan, mengutip Zakayev, bahwa Kremlin akan mengirimkan pasukan besar-besaran ke wilayah itu. Menurut sumber-sumber di Kremlin, bahwa Khloponin akan diangkat menjadi Deputi dibawah Perdana Menteri Vladimir Putin, yang tugas dan kewenangannya untuk mengurusi wilayah-wilayah Muslim, di Kaukasus Utara.

"Anda akan mendapatkan banyak proyek sosial ekonomi, dan ini harus menangani Kaukasus Utara", ucap Medvedev, di sebuah telivisi. Ini adalah jabawaban Kremlin atas keinginan wilayah yang mayoritas Muslim seperti Chechnya yang menginginkan kemerdekaan, yang menyebabkan Kremlin mengirimkan ribuan tentaranya ke wilayah itu, dan melumat pejuang Chechnya di tahun l990 dan 1991, yang mengakibatkan ibukota Chechnya Grozny, luluh-lantak, dan ribuah orang tewas, karena serangan militer Rusia, dari darat dan udara.

Kini Medvedev ingin menjadikan wilayah yang mayoritas penduduknya Muslim itu menjadi bagian propinsi Rusia. (m/wb).