eramuslim

Said Didu: Aneh, Laut Surut di Desa Kohod...

Eramuslim - Desa Kohod Tangerang yang viral dengan pagar lautnya yang begitu kokoh, walau cuma terbuat dari bambu, dan sampai sekarang masih berdiri, kembali menarik perhatian.

Adalah Muhammad Said Didu, aktivis yang konsern dengan permasalahan ini mengaku mendapat kiriman foto-foto tentang pagar laut terkini dan juga berita yang tidak biasa.

Dalam utasnya di platform X @msaid_didu (22/4), Said Didu, menulis, "Laut surut di Desa Kohod. Dapat foto dari teman di Desa Kohod PIK-2, laut surut sejak kemarin - katanya ini kejadian aneh, bukan surut biasa. Terbukalah semua pagar laut yg ada di sana. Pagar sangat kokoh."

Utasnya kali ini menyertakan dua foto dari temannya tersebut yang memperlihatkan betapa sekarang ini pagar laut masih terlihat berdiri kokoh di saat laut surut dan pantai yang kotor karena adanya bambu-bambu materialnya.

 

Banyak warganet yang menyayangkan mengapa pagar laut ilegal masih saja berdiri, padahal pemerintah sempat mengirim pasukan TNI AL dengan tank amphibinya untuk 'melenyapkan' pagar laut ilegal ini.

Jika menghadapi pagar laut dari bambu saja negara ini tidak berdaya, apatah lagi menghadapi ancaman yang jauh lebih besar?

Apakah ketidakberdayaan pemerintah karena dalam kasus pagar laut dari bambu ini harus berhadapan dengan 'cukong' alias 'orang kuat' yang namanya mirip dengan kaleng biskuit legendaris yang isinya sering malah rengginang? Wallahu'alam. [rd]