eramuslim

Saling Sindir Panas, Said Didu Sebut DPR Pembawa Suara Oligarki, Andi Arief: Demokrat Mewakili Rakyat!

eramuslim.com - Kader Partai Demokrat, Andi Arief, membantah pernyataan Muhammad Said Didu yang meragukan perwakilan anggota DPR RI dan partai politik terhadap suara rakyat. Ia menegaskan bahwa Partai Demokrat hingga kini tetap berkomitmen sebagai penyambung lidah rakyat.

“Belum tentu, bahkan saya pastikan seluruh anggota DPR RI, Provinsi dan Kabupaten dari Partai Demokrat itu mewakili rakyat dan mewakili partai,” tulis Andi Arief melalui akun X @Andiarief_ pada 7 April 2025.

Sebelumnya, muncul tantangan dari seorang warganet kepada Said Didu agar terjun langsung menjadi wakil rakyat, mengingat mantan Sekretaris Kementerian BUMN itu kerap mengatasnamakan rakyat dalam berbagai pernyataan dan aksinya.

"Pak Didu ini mengatasnamakan rakyat dimana-mana, tapi kok tidak mau jadi wakil rakyat," ujar akun @Wage_Esuk.

Ia menambahkan bahwa jika Said Didu benar-benar menjadi anggota DPR, maka perjuangannya bersama rakyat akan lebih memiliki dampak nyata.

"Di sana bisa membantu membentuk kebijakan pro rakyat," lanjutnya.

Warganet tersebut juga menyampaikan tantangan secara terbuka, menyebut bahwa menyuarakan opini hanya lewat media sosial akan menjadi percuma tanpa aksi nyata.

"Jika cuma omon-omon di X dan diberbagai forum tetap akan jadi bualan belaka," sindirnya.

Menanggapi hal itu, Said Didu balik mempertanyakan definisi dari "Wakil Rakyat" yang dimaksud.

"Wakil Rakyat?," ujar pria kelahiran Pinrang ini.

Ia secara blak-blakan mengungkapkan rasa tidak percayanya terhadap DPR maupun partai politik yang ada saat ini.

"Memangnya anggota DPR dan Partai sekarang mewakili suara rakyat?," tandasnya.

Sahabat Prof. Mahfud MD tersebut menyatakan bahwa sebagian besar anggota DPR dan partai politik lebih tunduk pada kepentingan para pemilik modal.

"Mereka adalah pembawa suara Oligarki? Jelas?," tutupnya.

(Sumber: Fajar)