Sekolah Rakyat Cirebon Resmi Dibuka, Sarana Belum Lengkap tapi Pembelajaran Jalan Terus

Eramuslim.com - Tahun ajaran baru dimulai dengan pembukaan resmi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon, salah satu dari 65 lokasi percontohan program Sekolah Rakyat gagasan Presiden Prabowo Subianto. Sekolah ini menempati bekas bangunan SMP Negeri 18 Kota Cirebon yang sebelumnya tak lagi aktif karena minim pendaftar.
Pada hari pertama, sebanyak 100 siswa—63 putra dan 37 putri—menjalani pemeriksaan kesehatan. Mulai dari tinggi, berat badan, tekanan darah, hingga tes gula darah untuk tingkat SMP. Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan kondisi awal siswa sebelum mereka mengikuti rangkaian pembelajaran dan pelatihan fisik.
Namun, berbagai sarana penunjang seperti dapur umum, kamar mandi, dan pemisahan asrama masih belum optimal. Makanan untuk siswa masih dipasok dalam kotak makan oleh Dinas Sosial. Dapur masih kosong dari peralatan masak, dan fasilitas mandi hanya tersedia masing-masing tiga kamar untuk 63 siswa putra dan 37 siswa putri.
Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, mengatakan bahwa meski masih banyak kekurangan, program ini tetap dijalankan sesuai instruksi pusat. “Kekurangannya akan dibenahi sambil jalan,” jelasnya saat meninjau langsung lokasi.
Kepala sekolah Khaerunisa menyebutkan bahwa sekolah ini memiliki dua kelas SD dan dua kelas SMP, dengan total 13 guru, staf TU, bendahara, tenaga kebersihan, serta juru masak. Termasuk pula disediakan asrama untuk guru dan siswa.
Hari pertama kegiatan ditutup dengan sesi keagamaan dan perkenalan siswa. Esok harinya, para siswa akan menjalani tes kebugaran sebagai lanjutan dari tahap awal adaptasi dan pembinaan.
Sumber: tempo.co