Sekolah Rakyat Dimulai 14 Juli: Akses Gratis, Internet Terjamin, dan Cetak Pemimpin Masa Depan

Eramuslim.com - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan program Sekolah Rakyat siap dimulai pada 14 Juli 2025, dengan jaminan akses internet gratis dan fasilitas asrama untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia.
Staf Khusus Menteri Komunikasi, Alfreno Kautsar Ramadhan, menegaskan bahwa setiap titik Sekolah Rakyat akan difasilitasi dengan koneksi internet yang memadai guna menunjang proses belajar digital. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan terkoneksi, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kami ingin setiap anak dari kelompok rentan memiliki akses ke dunia digital, agar mereka punya peluang meraih masa depan yang cerah," kata Alfreno saat kunjungan ke Poltekesos Bandung.
100 Lokasi Siap, 63 Sudah Final
Program Sekolah Rakyat tahap awal akan berjalan di 100 lokasi, di mana 63 di antaranya telah siap secara sarana dan prasarana, dan 37 sisanya dalam tahap renovasi akhir. Total siswa yang akan ditampung diperkirakan mencapai 9.755 orang, didampingi oleh 1.554 guru dan 3.390 tenaga kependidikan.
đ° Biaya Pendidikan Ditanggung Negara
Setiap kebutuhan siswaâmulai dari seragam, makan, asrama, hingga alat tulisâsepenuhnya dibiayai negara. Pemerintah mengalokasikan Rp 48,2 juta per siswa per tahun, sebagai bagian dari anggaran Sekolah Rakyat yang telah disetujui DPR sebesar Rp 1,19 triliun, naik dari usulan awal Rp 2,3 triliun setelah finalisasi dengan Bappenas dan Kemenkeu.
3.000 Guru PPPK, Target 200 Lokasi Baru
Sebanyak 3.000 guru PPPK telah direkrut, dan total tenaga pengajar dan pendamping mencapai 7.000 orang. Kemensos juga tengah menyiapkan 202 lokasi baru untuk pengembangan tahap selanjutnya, dengan survei kelayakan yang sedang dilakukan oleh Kementerian PUPR. Jika disetujui, kapasitas tambahan akan mencakup lebih dari 10.000 siswa.
Dari 100 lokasi tahap pertama, 48 titik berada di Pulau Jawa, karena konsentrasi penduduk miskin yang mencapai 54% menurut data BPS. Namun, pemerintah menegaskan program ini bersifat nasional dan ke depan setiap kabupaten/kota akan memiliki minimal satu Sekolah Rakyat.
Pendidikan Holistik dan Melek AI
Pengamat pendidikan dari UIN, Jejen Musfah, menekankan pentingnya penguasaan teknologi, bahasa asing, dan keterampilan hidup dalam desain Sekolah Rakyat. Ia berharap siswa diarahkan sesuai potensiâbaik ke bidang pertanian, industri, agama, hingga teknologi seperti kecerdasan buatan (AI).
Alfreno menyatakan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar mencetak lulusan, tetapi mendidik generasi pemimpin masa depan yang berkarakter kuat, melek digital, dan berjiwa kebangsaan. Sekolah ini menggabungkan kurikulum nasional dengan penguatan karakter, wawasan kebangsaan, dan pembentukan jiwa kepemimpinan.
Sumber: Berita Satu dan Tempo.co