eramuslim

Selain Dipindah, Pramono Anung Mau Bikin Patung MH Thamrin Lebih Besar

Eramuslim - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung beberapa waktu lalu telah mengemukakan rencana untuk memindahkan patung Muhammad Husni Thamrin, yang semula ada di timur Bundaran Bank Indonesia, ke ujung Jalan MH Thamrin, Jakarta.

"Yang namanya patung Muhammad Husns Thamrin ya harusnya berdiri di Jalan Muhammad Husni Thamrin, bukan di jalan lainnya," demikian Pramono kepada pers beberapa hari lalu.

Namun ternyata bukan itu saja, Parmono juga menilai patung Husni Thamrin yang berdiri sekarang itu terlalu kecil untuk diletakkan di ujung utara Jalan Thamrin. Sebab itu pihaknya meminta izin dari pihak terkait untuk membuat ulang patung tersebut dengan ukuran yang lebih besar.

"Ukurannya sama dengan patung Jenderal Sudirman yang ada di Jalan Jenderal Sudirman di Dukuh Atas," ujar Pramono.

Muhammad Husni Thamrin merupakan pahlawan nasional asli warga Betawi. Selain itu, Husni Thamrin juga dikenal sebagai salah satu mentor politik Soekarno.

Budayawan Betawi Ridwan Saidi, dalam sebuah acara di Taman Ismail Marzuki, tahun 2016 pernah mengatakan, "Sebagai politisi, intelektual, dan tokoh Betawi terpandang, Mohammad Hoesni Thamrin sangat dihormati dan disegani. Terutama sikapnya yang vokal di Volksraad (DPR zaman kolonial Belanda). Antara lain, dia mencela Volksraaad mirip dengan ‘komedi omong’, yang kurang lebih mirip dengan DPR saat ini. ‘No action, talk only’. Minim kerja, kebanyakan bicara.”

Mohammad Hoesni Thamrin meninggal dunia tahun 1941 akibat demam mendadak yang sangat tinggi pada periode menjelang kolonialis Belanda tersingkir dari bumi Nusantara dengan masuknya penjajah Jepang ke Indonesia tahun 1942.

Banyak spekulasi yang muncul dipermukaan atas wafatnya Mohammad Hoesni Thamrin. Antara lain, Mohammad Hoesni Thamrin wafat karena dibunuh oleh Belanda setelah disuntik oleh seorang dokter suruhan polisi rahasia.

Misteri atau rahasia meninggalnya tokoh nasional dan tokoh Betawi yang disegani itu belum terungkap hingga saat ini.

Istri sastrawan Pramoedya Ananta Toer, Maemunah Thamrin, adalah keponakan dari Muhammad Husni Thamrin.[jk]