Apakah Shalat Isya Boleh Diakhirkan?

Assalamu’alaikum.

Ustadz, saya ingin bertanya apakah kita boleh mengakhirkan shalat Isya? Jadi kita melakukan shalat isyanya setelah tidur, sekitar jam 2 atau 3 an. Niatan untuk tidur dahulu adalah agar kita bisa bangun malam untuk shalat tahajud. Karena jika belum shalat isya, tidur kita tidak ‘sangat nyaman’ sehingga bisa lebih mudah bangun malam.

Saya pernah mendengar/membaca bahwa boleh diakhirkan. Tapi di satu sisi ada juga pernyataan bahwa, tidur sebelum isya adalah hal yang dibenci oleh Allah. Bagaimana, ustadz? Mohon penjelasannya. Terima
kasih.

Wassalamu’alaikum

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Benar bahwa pelaksanaan shalat Isya memang boleh diakhirkan, bahkan menurut sebagian pendapat lebih utama diakhirkan. Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW berikut ini:

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Seandainya aku tidak memberatkan umatku, aku perintahkan mereka untuk mengakhirkan/menunda shalat Isya` hingga 1/3 malam atau setengahnya.." (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Tirmizy).

Dari anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah SAW menunda shalat Isya` hingga tengah malam, kemudian barulah beliau shalat. (HR Muttafaqun Alaihi).

Dari Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Waktu shalat Isya` hingga tengah malam." (HR Muslim dan Nasai).

Para ulama sebagiannya mengatakan bahwa waktu pelaksanaan shalat Isya hingga agak larut merupakan waktu mukhtar (pilihan). Akan tetapi sebaiknya tidak tidur dulu sebelum shalat ‘Isya’. Sebab hal ini akan beresiko terlewat, selain memang merupakan hal yang tidak disukai.

Kalau sekedar ingin bisa bangun malam, tekniknya bukan dengan cara demikian. Tapi dengan tidur lebih cepat, kondisi badan cukup istirahat, serta bangunnya tidak terlalu malam. Mungkin setengah jam sebelum datangnya waktu shubuh sudah lumayan untuk bisa melakukan tahajjud.

Shalat tahajjud itu yang penting bukan semata-mata lamanya, melainkan rutinnya yang perlu diperhatikan. Adalah lebih baik shalat tahajjud hanya setengah jam atau 15 menit tapi rutin setiap hari, ketimbang shalat tahajjud 3 jam tapi hanya jarang-jarang. Bukankah kita sudah tahu ungkapan khairul amali dawamuhu wa in qalla (sebaiknya-baik perbuatan adalah yang rutin meski hanya sedikit-sedikit)?

Setengah jam atau 15 menit itu bisa disiasati dengan bangun lebih awal sebelum shubuh. Untuk bisa demikian, maka tidurnya jangan terlalu larut malam. Kalau bisa jam 9 malam sudah tidur, boleh dibilang sudah cukup ideal. Dan secara biologis, tubuh sudah cukup istirahat bila bangun jam 04:00 atau 04:15 dini hari. Dengan asumsi waktu shubuh masuk jam 04:30. Berarti tubuh anda sudah cukup istirahat selama 7 jam lamanya. Tentu sangat cukup buat mengistirahatkan tubuh yang memang juga punya hak.

Cara begini akan jauh lebih baik, karena tubuh anda akan terasa lebih segar begitu bangun, sehingga kalau pun anda melakukan shalat tahajjud, akan lebih ringan dan konsentrasi, tidak diganggu ngantuk. Teknik ini juga jauh lebih manusiawi dari pada anda tidur larut malam, lalu ‘diganggu’ dengan kewajiban untuk melakukan shalat ‘Isya’ tengah malam dengan alasan biar bisa tahajjud.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.