Hadist Tentang Tata Cara Sholat

Salamun ‘alaikum.

Langsung saja Ustadz yth., saya ingin menanyakan apakah benar bahwa di dalam hadist ada yang mengatur tentang tata cara sholat mulai dari niat sampai dengan salam (termasuk etika-etika berdiri, rukuk, sujud, duduk antara 2 sujud dan tahiyat awal maupun akhir). Begitu juga dengan jumlah rakaat dan larangan-larangannya, kalau boleh tolong diberitahukan bunyi hadistnya dan kitab atau buku volume serta dari riwayat siapa (sekedar buat referansi untuk mencarinya). Saya bertanya di sini terus terang murni ketidaktahuan saya karena yang saya ketahui sholat di sini adalah suatu "komitmen" dan bukanya ritual semata, karena banyak sekali kita pada umumnya bahwa sholat itu adalah suatu pekerjaan ritual semata (di sini bukan berarti saya gak sholat ritual lho).

Terima kasih sebelumnya.

Wassalamu’alaikum,

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hadits yang menjelaskan tata cara shalat sesunguhnya ada banyak sekali, boleh dikatakan tak terhingga banyaknya. Masing-masing hadits itu datang dengan status hukumnya, ada yang shahih, hasan atau dhaif. Di mana para muhadditsin pun seringkali mengalami perbedaan dalam menghukuminya. Boleh jadi suatu hadits dikatakan shahih oleh A tapi didhaifkan oleh B. Dan begitulah adanya.

Dengan demikian, kita tidak bisa mengklaim bahwa tata cara shalat yang benar hanya satu versi dengan mengatakan semua versi lainnya pasti salah. Yang bisa kita katakan adalah bahwa sebuah versi shalat itu menurut ulama fulan lebih kuat kedudukan dasarnya ketimbang versi lainnya. Dengan tanpa menutup kemungkinan ada ulama lain yang menyatakan sebaliknya.

Kitab Hadits Rujukan

Ada begitu banyak kitab hadits yang disusun khusus untuk masalah-masalah fiqih seperti masalah shalat dan tata caranya. Di antaranya kitab seperti:

1. Bulughul Maram

Kitab yang merangkum sekitar 1.500-an hadits ini judul lengkapnya adalah Bulughul Maram min Adillatil Ahkam, salah satu kitab yang sangat populer di dunia Islam, termasuk di negeri kita. Banyak pesantren dan madrasah memanfaatkan kitab ini dalam pengajaran materi hadits. Kitab yang ditulis oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani (773 – 852 H) ini pun sudah banyak terjemahannya. Sehingga memudahkan mereka yang awam bahasa Arab untuk membacanya.

Namun buat mereka yang asing dengan kitab ini, mungkin agak sedikit membingungkan. Lantaran hadits-hadits yang tercantum terkadang saling berbeda kandungannya. Seringkali di hadits nomor satu disebutkan bahwa suatu hal itu halal, tapi hadits nomor dua malah bilang haram. Seolah terjadi kontradiksi antara hadits-haditsnya.

Sebenarnya ini bukan tanpa sengaja, justru memang di sinilah keunggulan kitab ini, yaitu mampu mengumpulkan banyak dalil yang biasa menjadi sebab perbedaan para ulama. Dan pada hakikatnya, begitu banyaknya masalah khilafiyah yang timbul.

Lalu penulis kitab ini tidak lupa memberikan keterangan sedikit terkait dengan kedudukan atau kekuatan haditsnya. Sehingga para pembaca bisa langsung tahu dan bersikap terhadap hadits tersebut.

Namun untuk keterangan lebih jauh tentang hadits-hadits itu, kita membaca kitab lain yang khusus untuk disusun untuk menjelaskan tiap hadits di kitab ini.

2. Subulus Salam

Kitab ini disusun oleh Ash-Shan’ani (1099- 1182 H), seorang ulama Shan’a yang terletak di negeri Yaman.Nama beliau adalah nisbah terhadap nama negerinya. Beliau aslinya bernama Muhammad bin Ismail bin Shalah bin Muhammad Al-Husni.

Kitab ini biasa muncul dalam empat jilid, ditulis berdasarkan hadits-hadits yang tercantum dalam kitab Bulughul Maram. Buat mereka yang bingung membaca hadits-hadits di Bulughul-Maram karena kesannya satu dan lain hadits saling bertentangan, akan mendapatkan penjelasan yang lengkap dan memuaskan kalau membaca kitab ini. Bahkan sampai kepada khilaf ulama tentang suatu masalah, semua dijelasan dengan rinci oleh penyusunnya.

Maka kitab ini boleh dikatakan kitab yang digunakan oleh semua kalangan ulama fiqih, bukan hanya milik mazhab tertentu saja. Bahkan banyakuniversitas Islam dunia menggunakan 4 jilid kitab ini sebagai muqarrar (rujukan utama) dalam mata kuliah hadits.

3. Nailul Authar

Kitab ketiga yang kami rekomendasikan adalah kitab ini. Asy-Suakani adalah penulisnya dan berisi semua hadits-hadits yang terkait dengan masalah-masalah fiqih. Beliau menjelaskan dengan sangat detail dan teliti tiap celah dari hadits, baik hukum dan kedudukannya, hinggapendapat para ulama di dalamnya selain pendapat beliau sendiri, bahkan sampai masalah perbedaan lafadz-lafadznya.

Dengan membaca kitab ini, kita akan tahu bagaimana para ulama mengistimbath hukum dari berbagai dalil yang sedemikian banyak. Kitab ini juga banyak digunakan di berbagai perguruan tinggi Islam, karena termasuk kitab yang paling baik di bidangnya. Seringkali diterbitkan dengan 4 atau 8 jilid terpisah.

Tentunya selain tiga kitab ini, masih puluhan kitab lainnya yang tidak kalau pentingnya untuk kita telaah, sebagai kitab rujukan dalil-dalil masalah shalat khususnya dan masalah fiqhiyah umumnya.

Namun yang lebih penting dari semua kitab rujukan ini adalah harus ada ustadz/ guru yang telah menguasai kitab ini yang mengajari anda. Sebab selain kitab-kitab ini berbahasa arab, juga tidak bisa dibaca begitu saja oleh mereka yang awam dan kurang punya latar belakang ilmu-ilmu keIslaman. Karena itu peran seorang ustadz dalam belajar masalah agamatidak kalahpenting dari kitab rujukan itu sendiri.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.