eramuslim

Siapa Saja yang Hadir dalam KTT NATO dan Apa yang Menjadi Agendanya?

Eramuslim.com - Dukungan berkelanjutan untuk Ukraina di tengah agresi Rusia serta peningkatan belanja pertahanan oleh negara-negara anggota menjadi topik utama.

Para pemimpin Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO)—yang mencakup beberapa negara Eropa, Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada—berkumpul minggu ini di Den Haag, Belanda, untuk menghadiri KTT tahunan di tengah perang Rusia yang terus berlanjut terhadap Ukraina dan ketidakpastian terkait masa depan Amerika Serikat dalam aliansi tersebut.

KTT NATO yang dimulai pada Selasa dan berlangsung selama dua hari ini adalah yang pertama kali dihadiri oleh Presiden AS Donald Trump sejak menjabat kembali pada Januari untuk masa jabatan keduanya. Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, mantan Perdana Menteri Belanda, juga akan memimpin pertemuan ini untuk pertama kalinya.

Topik yang diperkirakan akan dibahas mencakup perang di Ukraina dan besarnya pengeluaran pertahanan oleh negara-negara anggota, yang menjadi isu sensitif, terutama bagi AS. Trump sejak lama beranggapan bahwa AS menanggung beban keuangan terlalu besar dan menginginkan agar negara-negara anggota lainnya meningkatkan belanja pertahanan mereka.

Namun, konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Iran, yang pada akhir pekan lalu juga diikuti oleh AS, bisa membayangi jalannya KTT. Pada 23 Juni, Iran meluncurkan rudal ke pangkalan udara AS Al Udeid di Qatar, sehari setelah AS menyerang tiga fasilitas nuklir Iran. Trump sejak itu mengklaim bahwa Israel dan Iran telah menyepakati gencatan senjata, tetapi hingga kini belum ada konfirmasi dari kedua negara.

Di tengah berbagai agenda yang dirancang selama dua hari pertemuan, fokus utama KTT NATO adalah rapat Dewan Atlantik Utara pada 25 Juni, di mana para kepala negara akan membahas belanja keamanan serta isu penting lainnya.

Seluruh 32 kepala negara atau pemerintahan anggota NATO, para pejabat tinggi Uni Eropa, dan perwakilan dari Ukraina dijadwalkan hadir dalam rapat tersebut. Beberapa tokoh penting yang akan hadir antara lain:

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer

Perdana Menteri Kanada Mark Carney

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Presiden Prancis Emmanuel Macron

Kanselir Jerman Friedrich Merz

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez

Perdana Menteri Belanda Dick Schoof

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen atau Presiden Dewan Eropa Antonio Costa

Selain para kepala negara atau pemerintahan dari negara-negara NATO yang telah disebutkan, diharapkan hadir pula perwakilan dari negara-negara anggota NATO lainnya, seperti Albania, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Yunani, Islandia, Latvia, Lituania, Luksemburg, Montenegro, Makedonia Utara, Norwegia, Polandia, Portugal, Rumania, Slovakia, Slovenia, dan Swedia.

Selain itu, sekelompok negara sekutu dari Asia biasanya juga diundang, termasuk Jepang, Australia, Korea Selatan, dan Selandia Baru. Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, dan Christopher Luxon dari Selandia Baru telah mengonfirmasi kehadirannya. Para pemimpin tersebut diduga akan membahas konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Iran. Dalam konferensi pers pada hari Jumat, seorang juru bicara pemerintah Jerman menyatakan bahwa anggota NATO akan membahas konflik ini dalam KTT, namun tidak memberikan komentar lebih lanjut mengenai rencana militer apa pun.

Pada hari Jumat, tiga negara terbesar di Eropa berdasarkan jumlah penduduk — Jerman, Prancis, dan Inggris — mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, di Jenewa, Swiss, dalam upaya mencegah perang berkepanjangan di Timur Tengah. Sementara itu, perang antara Rusia dan Ukraina yang dimulai sejak Rusia menginvasi Ukraina pada tahun 2022 tetap menjadi topik utama dalam agenda KTT ini.

Para anggota NATO telah lama menekankan bahwa ancaman terbesar bagi keamanan mereka adalah Rusia, dan aliansi ini telah berperan penting dalam mendukung perlawanan Ukraina dengan pembiayaan signifikan.

Pada KTT NATO 2024 di Washington, para sekutu NATO menyatakan bahwa “masa depan Ukraina ada di NATO” dan berjanji memberikan bantuan keamanan jangka panjang dengan minimal 50 miliar euro per tahun. Menjelang pertemuan kritis tersebut, Mark Rutte menyampaikan pada 12 Juni bahwa dukungan jangka panjang untuk Ukraina adalah hal yang sangat penting.

Sumber: Al Jazeera