Soal Jokowi, SBY Sudah Ingatkan Prabowo
Eramuslim - Kabar jika kabinet Prabowo pecah dua agaknya tidak bisa dianggap angin lalu. Walau Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan kabinet tetap aman terkendali, namun indikasi di lapangan berkata lain.
Pegiat Media Sosial, Jhon Sitorus bahkan menilai sinyal matahari kembar di pemerintahan Prabowo bukan lagi sekadar asumsi, tapi perlahan mulai menunjukkan gejala nyata.
Misal, demikian John, pernyataan dua menteri Kabinet Indonesia Maju Sakti Wahyu Trenggono dan Budi Gunadi Sadikin yang secara terbuka masih menyebut Joko Widodo sebagai “bos”.
Dan itu dikatakan keduanya ketika Jokowi ada di dekat mereka. "Pengakuan spontan dari dua menteri Kabinet Merah Putih itu juga sekaligus mengonfirmasi jika matahari kembar itu nyata adanya," ujar Jhon, Rabu (22/4).
"Ditambah kunjungan Sespimmen Polri ke rumah Jokowi beberapa hari yang lalu, jelas ini berpotensi besar menimbulkan tafsir liar," ujarnya.
John, sebagaimana banyak orang, tiak habis pikir bagaimana bisa sebuah Lembaga Kepolisian yang Komandannya langsung di bawah garis komando Presiden aktif, malah datang dan minta petuah kepada seorang mantan Presiden.
Selain John, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Syahroni juga telah mengecam kunjungan Sespimmen ke rumah mantan presiden itu beberapa waktu lalu.
"Kunjungan-kunjungan dan beberapa diksi yang dinilai kurang etis ini sedikit banyak memvalidasi analisa para pakar dan politisi yang sudah berseliweran sejak Prabowo dilantik jadi Presiden Republik Indonesia," tukasnya.
Jika hanya dikunjungi sekali dua kali, itu tidak masalah. Namun ini kan terjadi berkali-kali dan tampak nyata sengaja dipertontonkan.
"Soal matahari kembar, SBY sudah berulang kali memberikan tanda dan peringatan lewat orasi ilmiah, tulisan maupun pernyataannya secara terbuka," ujar Jhon.
Baru-baru ini, demikian John, SBY mengingatkan lagi soal matahari kembar dan ini menjadi ancaman bagi stabilitas politik sebuah negara.
SBY sendiri tidak pernah menyebut sosok satu matahari lagi selain Prabowo, namun semua orang jika paham jika yang dimaksud adalah mantan presiden sebelumnya.
"Sebagai mantan Presiden, SBY membatasi ruang untuk tidak beraksi berlebihan dihadapan umum," tandasnya.
Jhon menandaskan, alarm yang diberikan oleh SBY kepada Presiden Prabowo semestinya cukup untuk melakukan sebuah tindakan sebagai seorang Presiden yang memiliki hak prerogratif.
"Tindakan terbaik adalah meresfuffle kabinet secepatnya. Kabinet butuh stabilitas politik yang kuat kedepannya," terangnya.[dy]