Soal Nama Jalan Kemal Ataturk, Faizal Assegaf Bilang NU DKI Norak: Jilat ke Sekuler, Culas ke Islam!

JAKARTA– Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nadhlatul Ulama (LBM NU) DKI Jakarta, Mukti Ali Qusyairi, Lc, mengatakan, masyarakat harus objektif merespon nama tokoh sekuler Turki, Mustafa Kemal Ataturk menjadi nama jalan daerah DKI Jakarta.
Sebab menurutnya, penamaan jalan itu merupakan bentuk diplomasi antar negara serta mempererat silaturahim Indonesia-Turki.
Merespon itu, kritikus Faizal Assegaf mengatakan, justru sikap LBM NU DKI Jakarta tersebut norak. Faizal menyinggung pendiri NU, Kyai Hasan Dipo yang dilupakan NU, tetapi justru kini membela tokoh sekuler.
“Ah NU DKI norak, sejarah pendiri NU Hasan Gipo kalian abaikan, tapi tokoh sekuler Kemal Attartuk kalian perjuangkan. Jilat ke sekuler, culas ke Islam,” ujar Faizal Assegaf, di Twitternya, @faizalassegaf, Selasa (19/10/2021), yang telah diizinkan untuk mengutipnya.
Faizal menilai, sikap MUI yang menolak Mustafa Kemal sebagai nama jalan, sudah benar. Dia menyarankan agar NU sendiri yang buat nama jalan di Jawa Timur.
“Sikap MUI menolak pemberian nama jalan tersebut sudah benar, kalau NU ga setuju dengan MUI monggo dibuat di Jatim, itu baru objektif!’ tuturnya.
Sebelumnya, MUI dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak nama Mustafa Kemal sebagai nama jalan di Jakarta. Ketua Pengurus Wilayah NU DKI Jakarta, Syamsul Maarif menilai MUI dan PKS berlebihan.
“Saya melihat apa yang dilakukan oleh MUI dan PKS itu reaksioner dan emosional tidak mengkaji secara komprehensif. Berlebihan penolakannya,” katanya Senin (18/10/2021).
Menurut Syamsul, Ataturk memang dikenal sebagai tokoh sekuler. Namun, menurut Syamsul, di sisi lain, ada kelebihan yang dibawa oleh Ataturk termasuk soal nasionalisme.(fin).