eramuslim

Soal Pengeroyokan Ade Armando, Imam Masjid New York: Kehadirannya di Tengah Massa Seperti Ini Dipertanyakan

eramuslim.com - Imam Masjid Islamic Center of New York Muhammad Shamsi Ali menyoroti soal pengeroyokan yang dialami Ade Armando dan menilai kalau kehadirannya di tengah massa seperti ini dipertanyakan.

Sebagaimana diketahui kalau Ade Armando menjadi sosok yang diamuk massa ketika datang ke aksi mahasiswa di depan Gedung DPR, Senin (11/4/2022).

Wajah sampai Ade Armando babak belur usai mendapat banyak pukulan dan tendangan dari para terduga pelaku penganiayaan di lokasi kejadian.

Melihat insiden tak mengenakan yang dialami Ade Armando, Imam Masjid New York Muhammad Shamsi Ali ikut buka suara.

Menurut Shamsi, kekerasan merupakan suatu tindakan yang sangat kurang tepat. Terlebih terhadap orang yang tidak bersalah.

"Kekerasan yang dilakukan kepada siapa dan untuk tujuan apapun salah," buka Shamsi.

Selain itu Shamsi mengatakan kalau dirinya dengan tegas mengecam kekerasan dalam bentuk apapun.

"Saya tidak sependapat dan mengecam kekerasan apapun, walau berbeda dalam banyak hal," sambung Shamsi.

Imam Masjid Islamic Center of New York itu juga mempertanyakan kedatangan Ade Armando di aksi massa tersebut.

"Kehadirannya di tengah massa seperti ini dipertanyakan dan pastinya tidak bijak. Tapi tetap kekerasan tidak dibenarkan," tegas Shamsi.

Kicauan Shamsi tentang hal itu mendapat reaksi dari netizen sebanyak 19 komentar, 29 retweets, dan 125 likes sampai berita ini terbit.

Kemudian pada unggahan berikutnya, Shamsi menyampaikan kalau Ade Armando sudah membaik dan tengah dijenguk oleh rekan-rekannya.

Meski begitu Shamsi menyampaikan pesan khusus pada Ade Armando yang sempat menuduh dirinya saat sedang emosi.

"Armando sudah membaik. Dan telah senang dijenguk sama teman-teman seperjuangannya," kata Shamsi

"Saya hanya ingatkan ketika Armando menuduh saya emosi. Saya bilang kalau saya emosi Kepala anda bisa lembek. Hati-hati dg “doti” anak Kajang hehe," bebernya.

Ternyata cuitan dirinya akan hal ini mendapat respons kurang mengenakan dari netizen yang mengikuti akunnya maupun tidak.

Menanggapi hal tersebut, Imam Shamsi dengan tegas menolak kekerasan. Dirinya juga mengingatkan Ade Armando untuk berhenti aneh-aneh.

"Pada buta kali. Saya Sudah mengecam kekerasan apa saja bentuknya. Saya juga tidak senang dengan kekerasan," ucap Shamsi.

"Tapi saya mengingatkan manusia macam Ade Armando untuk berhenti menyiram bensin ke bara api yang sudah membara. Perilaku dia dan manusia semacam dia menimbulkan reaksi yang tidak perlu," terang Shamsi.

Netizen banyak yang mempertanyakan kalimat 'doti' yang dilontarkan Shamsi. Dirinya pun akhirnya memberikan penjelasan.

"Kalau “doti”itu candaan terhadap tuduhan Armando kalau saya marah atau emosi menanggapi ragam ide-idenya yang nyeleneh," imbuh Shamsi.

"Kalau Putra Kajang marah, Kepala anda bisa lembek dengan doti. Rupanya yg ngaku humanis tdk kenal candaan. Satu lagi hypocrisy and wajah ganda mereka," pungkasnya.

Sedangkan di tempat lain, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengungkapkan kondisi Ade Armando yang mengalami luka parah di kepala.

Luka itu disebabkan oleh penganiayaan yang dilakukan sejumlah orang terhadap Ade di depan Gedung DPR, Jakarta.

"Kondisi Ade Armando memprihatinkan beliau terluka di bagian kepala," kata Fadil Imran saat jumpa pers.

Selain itu Fadil mengatakan pihaknya telah berhasil mengidentifikasi para terduga pelaku yang terlibat dalam penganiayaan terhadap dosen Universitas Indonesia, Ade Armando.

"Untuk para pelaku, kami sudah mengidentifikasi kelompoknya sekaligus orangnya," tegas Fadil.

Fadil Imran memastikan pihaknya akan menangkap para pelaku pemukulan terhadap Ade Armando.

Kapolda Metro Jaya itu pun mengimbau para pelaku yang menganiaya Ade Armando untuk menyerahkan diri.

[FIN]