“Kenapa itu dibuat? Jadi kejadiannya gini Pak Yai, saya setiap kali nonton sepak bola itu pertandingannya jam tujuh malam, jam tujuh malam Pak Yai, kalau lapangannya itu stadionnya 60 ribu hampir semua Maghrib Isya-nya itu jamak Pak Yai, kan ga mungkin pertandingan jam 7, ga ada tempat,” katanya.
“Yang kedua sering masalah, kita ini tinggal di Khatulistiwa, Khatulistiwa itu artinya kalau siang panas. Di Eropa pertandingan jam 2 siang itu nyaman, pertandingan jam 10 nyaman, karena dia bukan tropis, nah di Indonesia, desainnya stadion itu terbuka membuat pertandingan itu harus sore atau malam, jadi kita buat tertutup supaya bisa pertandingan siang,” tambahnya.
Oleh karenanya, ia berharap kedepannya PSSI akan memasukkan JIS dalam daftar stadion yang akan digunakan untuk pertandingan antar negara.
“Kita berharap, sudah jadi bagus-bagus ya dipakai cuman kelihatannya belum ada yang mau pakai dulu sekarang, nanti setelah selesai 2024 Pak Yai, baru mulai dipakai lagi Pak Yai, ya sekarang masih sepi,” tuturnya.
Adapun Piala Dunia U-20 akan digelar pada 20 Mei-11 Juni 2023.
Indonesia yang menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 itu telah memasukkan berbagai macam nama stadion di tanah air sebagai tempat berlangsungnya pertandingan olahraga sepak kaki tersebut.
Berikut ini adalah daftar stadion terpilih yang dijadikan arena bertanding para pesepak bola kelak:
1. Stadion Gelora Bung Karno alias Stadion GBK, Jakarta.
2. Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali.
4. Stadion Manahan, Solo.
5. Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
6. Stadion Jakabaring, Palembang.
