September Kelabu Menuju Cahaya Islam

Salah satu sejarah kelam negri ini di bulan September ini ialah Tragedi G30S/PKI. Peristiwa tersebut telah cukup untuk menggambarkan kejahatan dari sebuah gerakan politik yang berideologikan Sosialis-Komunis bernama Partai Komunis Indonesia (PKI).

Setelah resmi dibubarkan, apakah gerakan ini sudah mati? Jawabannya adalah tidak, mereka tidak pernah berhenti untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara Komunis. Setidaknya hal ini secara kasat mata bisa diidentifikasi dengan munculnya berbagai group komunitas PKI di jejaring sosial seperti facebook.

Prof DR. Aminudin, penulis buku “kaum merah menjarah”, memaparkan jika dulu pada Orde Lama, PKI jelas bergerak lewat Nasakom-nya, kini telah berkolaborasi dengan berbagai elemen serta berintegrasi dengan sejumlah partai politik. Sedangkan Ketua CICS, Arukat Djaswadi kepada hidayatullah.com mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudoyono sekarang dikelilingi orang-orang komunis. “Ada sekitar empat orang komunis di sekitar SBY.

Pengamat politik dan sosiolog Universitas Indonesia Musni Umar mengatakan gerakan pendukung Partai Komunis Indonesia (PKI) muncul di situs jejaring sosial. Bisa jadi hal ini bukan hanya main-main, karena ideologi Komunis tidak pernah mati. Sesungguhnya ideologi komunis sangat kuat cengkramannya. Tidak lapuk karena zaman, Komunis itu subur di lingungan yang miskin. Mungkin saja namanya bukan lagi PKI, atau membawa embel-embel nama komunis. Tetapi, gerakan tersebut tetap pada sama seperti partai Komunis. (jakartapress.com (09/01/10).

Pertarungan Ideologi

Setelah Runtuhnya Khilafah Islam pada tahun 1924. Dunia tertata dalam format Blok Barat yang Kapitalis versus Blok Timur yang Sosialis (Tahun1946-1989) . Pada 1990 Uni Soviet tereliminasi, kemudian AS segera memproklamasi terbentuknya tata dunia baru serta mendeklarasikan diri sebagai Globo Cop atau Polisi Dunia.

Adalah Samuel P Hutington, penulis sebuah artikel yang kemudian menjadi buku “The Clash of civilization and the remaking of word order”, sejak tahun 1993 ia mewarningkan kemungkinan pertarungan antar peradaban dunia. Oleh karena itu, dua ideologi lain juga siap untuk tampil kepermukaan.

Kubu kapitalisme, yang diwakili Francis Fukuyama dalam the end of hiztory and the last man, telah mewartakan kemenangan kaum Kapitalisme. Katanya: “akhir sejarah yang demikian itu: yakni akhir dari evolusi ideologis umat manusia dan universalisasi demokrasi liberal barat sebagai bentuk final dari sistem pemerintahan manusia”.

Namun jauh-jauh hari pernyataan Fukuyama telah di counter oleh George Ritzer dari kubu Sosialisme dengan mengatakan kemenangan kapitalisme disebabkan karena supporting sistemnya lebih mempunyai kekuatan dan kekuasaan, bukan karena teori ini lebih manusiawi, lebh baik, apalagi lebih benar.

Akan tetapi pihak kapitalisme sadar betul bahwa ancaman kebangkitan Islam jauh lebih berbahaya ketimbang ancaman Sosialisme. Seperti halnya disampaikan oleh Zeyno Baran, direktur International Security and Energi Programs di Nixon Center, ia mengatakan, “Hingga beberapa tahun yang lalu, sebagian besar kelompok Islam menganggap upaya penegakan Khilafah yang baru adalah tujuan yang utopis. Sekarang, semakin banyak orang yang menganggap tegaknya kembali Khilafah sebagai tujuan yang serius”.

Tidak aneh jika mereka berupaya keras dengan berbagai cara untuk melemahkan perjuangan Ideologi Islam ini. Baik dengan cara fisik (pendudukan militer), seperti yang terjadi di Iraq, Afgahnistan, dll. maupun secara non fisik (pemikiran) diseluruh dunia Islam.

Hizbut tahrir, sebuah partai politik Internasional yang dikenal sangat gencar dalam perjuangan ideologi Islam inipun tak luput terkena black compaign dengan menyebutkan bahwa Hizbut Tahrir adalah organisasi teroris, padahal Hizbut Tahrir tidak pernah menggunakan cara-cara kekerasan dalam perjuanganya, bahkan hal ini diakui juga oleh Craig Murray (mantan duta besar Inggris untuk Uzbekistan ) ketika wawancancara dengan stasiun TV Aljazeera mengatakan “Hizbut Tahrir merupakan organisasi yang betul-betul tanpa kekerasan”. (khilafah.com)

Pilih Ideologi islam

Terbukti, saat ini pengemban Ideologi Komunis masih eksis, kita perlu waspada. Begitu pula dengan Ideologi kapitalisme, keniscayaan sebagi Ideologi yang berkuasa, sudah barang tentu akan selalu berusaha mempertahankan diri serta tidak akan membiarkan Ideologi lain menggusurnya.

Sebagai muslim, tentu merupakan pilihan tepat dan pilihan akal sehat jika mengemban Ideologi Islam. Sebab hal ini merupakan tuntutan aqidah dan syariah Islam. Adalah aneh bin ajaib serta keblinger apabila memilih Idologi kapitalisme ataupun sosialisme.

Apalagi realitas juga menunjukkan, Islam sukses di terapkan selama berabad-abad, sosialis cuma bertahan 72 tahun sudah hancur. Sedangkan kapitalisme saat ini sudah tinggal menunggu keruntuhannya.

Simak saja penuturan sejarahwan dari barat Will durrent berikut ini” Para Khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan usaha keras mereka. Para Kholifah telah mempersiapkan berbagai kesempatan bagi saiapun yang memerlukannya dan meratakan kesejahteraan selama berabad-abad dalam luasan wilayah yang belum pernah tercatatkan lagi fenomena seperti itu setalah masa mereka ” (Will Durant, The Story of Civilization) (hizbut-tahrir.or.id)

Islam Juara

Sosialisme dan Kapitalisme terbukti gagal menjadi aturan karena memang tidak sesuai dengan fitrah manusia, tidak memuaskan akal dan tidak menentramkan hati. Di Indonesia keduanya juga sudah pernah dicoba, semuanya gagal (Sosialisme: orde lama, kapitalisme: orde baru sampai sekarang).

Kemenangan Islam telah dijanjikan Oleh Allah swt melalui firmannya: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia yang meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka”. (QS. An-Nur : 55).

Juga telah dinubuwwahkan oleh Rasulullah SAW. Bahkan Rasulullah juga telah bersabda bahwa khilafah Islam akan mampu menaklukkan Roma. “…kemudian akan muncul khilafah dengan metode kenabian”. (HR. Ahmad).

Dari Abu Qubail berkata: Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah? Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah saw, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah? Rasul menjawab, “ Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.” Yaitu: Konstantinopel. (HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim).

Kejayaan kembali Ideologi Islam juga telah diprediksi oleh NIC (Nation Inteligent Council) sebuah lembaga inteligen gabungan Amerika-Eropa, bahwa salah satu kekuatan politik dunia tahun 2020 adalah berdirinya Negara khilafah Islamiyah. Tegaknya kembali Ideologi Islam merupakan cahaya terang untuk dunia yang sedang diliputi kegelapan.Tugas kita tentu memperjuangkan. Wallahu a’lam bi ash shawab.

Ali Mustofa Akbar; Ketua Riski (Remaja Islam Ngruki); Website: mustofa.web.id

Saran/kritik: HP. 085728670098/ E-mail. [email protected]