Falun Gong Berkah Bagi Tiongkok dan Dunia, Bukan Bagian Dari Mata Rantai Agen Bioterorisme, Sebuah Sanggahan

Setelah membaca artikel di atas secara teliti disertai penelusuran sumber yang disebut-sebut dalam tulisan penuh rumor tersebut, kami menemukan bahwa tulisan tersebut adalah hasil copy paste dari artikel berjudul Cults and Bioterrorism: A Toxic Duo (https://www.strategic-culture.org/news/2020/05/04/cults-and-bioterrorism-toxic-duo/) yang ditulis oleh Wayne Madsen, seorang yang menyebut dirinya sebagai Jurnalis investigasi, pengarang dan kolumnis yang tersindikasi, anggota the Society of Professional Journalists (SPJ) and the National Press Club yang tayang di situs www.strategic-culture.org. Tindakan copy paste yang dilakukan oleh situs www.eramuslim.com dan www.global-review.com seolah karya sendiri masuk kategori plagiarisme, tak layak disebut sebagai karya jurnalistik yang bermutu, apalagi artikel ilmiah yang layak tampil di jurnal ilmiah yang bereputasi dan layak dipercaya.

Tulisan Wayne Madsen tersebut bukan kategori suatu yang layak dipercaya karena pembahasannya partisan, spekulatif dan tidak andal, dan tidak mengulas sisi fakta yang sebenarnya terjadi tentang Falun Gong, yang mana sebenarnya sudah ada artikel ilmiah yang mengulasnya (https://scholarcommons.usf.edu/gsp/vol12/iss1/6/) artikel berjudul Gold Genocide: Falun Gong in China, dan beberapa laporan New Investigarive Report Exposing Chinas Lucrative Organ Transplant Industry (https://endtransplantabuse.org/an-update/) yang dilakukan David Kalgour dan David Matas yang membongkar praktek pengambilan organ paksa yang dilakukan oleh Rejim Partai Komunis Tiongkok (PKT). Dan juga melupakan perkembangan terakhir disidangkannya kasus penindasan genosida HAM terhadap praktisi Falun Gong disebuah pengadilan independen China Tribunal
(https://www.youtube.com/watch?v=naJFMfDv3Tc&feature=emb_logo)
yang putusan finalnya telah dirilis pada Maret 2020 yang menghadirkan fakta sangat mengejutkan tentang indikasi kuat praktik pengambilan organ paksa dan genosida yang dilakukan oleh Rejim PKT terhadap tahanan hati nurani praktisi Falun Gong di Tiongkok (dan kelompok lain seperti Muslim Uighur).

Tuduhan dan narasi yang ditulis Wayne Madsen tak berdasarkan fakta-fakta diatas dan justru malah terindikasi kuat bagian dari Beijing’s Global Megaphone, sebuah laporan dari Freedom House tentang jejaring propaganda Rejim PKT untuk membentuk opini dunia.

Sumber : Beijing’s Global Megaphone yang dirilis oleh freedomhouse.org