free hit counters
 

Idul Fitri Bersama Ustadz Abu

Hanif Sang Pemberontak Suci – Kamis, 22 Ramadhan 1431 H / 2 September 2010 08:41 WIB

Idul Fitri akan tiba tapi ustadz ABB dilarang untuk melakukan sholat Ied di penjara, hal yang sangat menyedihkan terjadi di bumi indonesia yang katanya menjunjung tinggi kebebasan untuk menjalankan agama dengan sesuai dengan keyakinan yang dianut.

Seberapa menakutkan bagi kepolisian bila ustadz ABB melakukan sholat Ied, apa markas POLRI akan tiba-tiba hancur bila beliau melakukan sholat Ied dalam tahanan, sangat mengelikan sekali.

Bila polisi merasa tidak mampu mengamankan ibadah sholat Ied, umat Islam siap untuk mengamankannya dan bersikap koperatif dengan tidak menimbulkan masalah baru yang tentunya menimbulkan kerugian di pihak umat Islam sendiri.

Namun bila kepolisian masih tidak mengizinkan, hendaknya umat Islam punya sikap yang tegas atas pelecehan terhadap hak-hak umat yang terampas dalam melakukan ibadah yang dianutnya. Harus ada aksi moral yang melawan kedzaliman ini, agar di waktu yang akan datang tidak ada insiden seperti ini lagi.

Aksi moral itu bisa berupa mengajak seluruh komponen umat Islam untuk melakukan sholat Ied di depan MABES POLRI, membuka mata penguasa agar tidak melakukan penindasan kepada umat Islam dengan melarang orang melakukan ibadah yang dianutnya.

Bila kita hanya berdiam diri membiarkan semua kedzaliman terjadi didepan mata maka hal ini akan terus berulang di kemudian hari, penguasa akan berfikir bahwa daya tawar umat Islam itu lemah dan aspirasi umat tidak harus didengarkan.

Kapan lagi kita akan menyuarakan kebenaran dan membela ulamanya, kebenaran harus ditegakkan walau nyawa kita menjadi taruhan, walau moncong senapan itu diarahkan ke muka kita. Kita harus bergerak agar umat setelah kita bisa mengambil pelajaran bahwa kita masih punya harga diri dan kita siap mati untuk membelanya.

Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. ( Ali Imran : 146-147)

Hanif ([email protected])

loading...

Suara Pembaca Terbaru

blog comments powered by Disqus