Invansi Tas Victoria Beckam

vikOleh : Anastasia, Alumni Pendidikan bahasa Jerman UPI Bandung

 

Lewat akun instagram dan belahan dada yang mengumbar aurat  Vic menyapa Indonesia “Selamat Pagi Jakarta” tak ketinggalan pesawat pribadinya ikut berfoto selfie pertanda saat itu  pesohor sosialita Victoria Beckam tiba di Jakarta, mantan member Spice Girls yang kini banting setir beralih profesi menjadi designer, tengah sibuk tur Asia mempromosikan tas rancanganya, tentu saja kehadiran isteri David Beckam ini membetot perhatian media dan sosialita Indonesia, area Plazza Indonesia penuh dengan hiruk pikuk teriakan pengila mode yang mengelu-elukan nama Victoria, tak kalah ketinggalan kerabat dan mantu RI 1 ikut menyemarakan suasana kedatangan Victoria lewat akun intagram Anisa Pohan dan Aliya Hattarajasa yang meluapkan kesenangannya karena menjadi salah satu peserta ekslusif Dinner Privat Victoria Beckam. Menarik untuk dicermati sebelum menjadi desainer Vic terkenal seorang anggota girl band, namun seiring bubarnya group tersebut Vic berubah haluan menjadi seorang  desainer spesialis tas dunia yang kerap menjadi trend setter, demi sebuah “rasa baru” Vic pun merubah kepribadiannya, dia terlihat “sangar” jarang tersenyum,  hal tersebut bagian dari pencitraannya sebagai desainer tas, semenjak itu dia menjadi sosilaita kelas wahid yang bisa diseterakan dengan Asma Assad , keduanya gila mode dan sempat menjadi incaran majalah mode bergensi Vogue, hidup Vic menjadi incaran paparazzi setelah terkuaknya skandal bahwa mantan nanny yang pernah bekerja di rumahnya mengaku dirinya kerap dieksploitasi tenaganya pagi-malam , dia bekerja menjaga anak-anaknya, atas kejadian tersebut Vic mengaku kapok mempekerjakan nanny, namun konon Vic masih menyewa tenaga nanny terlatih nan gesit  supaya tak terlihat paparazzi. Berbicara Vic memang tak luput dari tas  dan mode rupa-rupa,  Vic cukup aktif up date perihal siapa the next konsumen yang sekiranya menjadi sasaran empuk rancangannya

Indonesia mental konsumtif

Bukan rahasia lagi Vicktoria Beckam menjadi keluarga penyokong yahudi, dari sikapnya kita melihat keyahudian ekslusif begitu kuat dalam pribadi Vic, di Inggris keluarga tersebut masuk kalangan terhormat, Vic paham Indonesia bermental konsumtif, kondisi Indonesia memang serba ironi banyak fakta terkait besarnya jumlah angka kemiskinan  namun tidak sedikit pula masyarakat Indonesia konsumtif hidupnya berfoya-foya, terbukti dengan kedatangan sosialita Victoria,  orang yang mengantri tas rela berdesak-desakan, jangan bayangkan harga tas tersebut dibandrol 5 juta atau 10 jutaan persatu tas, tapi tas itu bernilai mulai dari 24 jutaan, hanya sebuah merk mereka rela merogok kocek fantastis, apalagi kalau bukan teraniyaya kepuasaan tersendiri, bayangkan dalam dua jam, rak-rak berisi tas di On Pedder ludes terjual. Inilah mental bangsa yang mudah terjajah invansi gaya hidup, hal tersebut diperparah dengan besarnya media yang aktif menyuguhkan tontonan fashion, melahirkan gaya hidup serba pamer banyak kalangan artis di dalam negeri begitu bangganya memamerkan kekayaan dan selara hidup berkelas gara-gara sebuah  tas bermerk, ada apa dengan mental mereka? Padahal di detik yang sama banyak saudara kita yang tengah kelaparan, di mana rasa iba mereka? gaya hidup inilah melahirkan karakter individualistik, padahal pepatah kuno menyatakan jika kamu mengikuti dunia dan segala isinya ibarat mengejar banyangan sendiri yang tak pernah berhenti mengejarnya. Tak berfikirkah mereka? Wallahu’Alam