Klarifikasi Berita dan Permintaan Maaf

Islamic Relief WorldWide

Dengan hormat,

Artikel eramuslim tertanggal 6 April 2010 yang berjudul "Islamic Relief Foundation" Dituduh Sebagai Lembaga Pendana Teroris’

Artikel tersebut sangat mengganggu dan menjadi perhatian besar kami dan untuk itu kami menyampaikan klarifikasi.

Dalam artikel bermasalah tersebut, Eramuslim mengutip surat kabar Inggris "Sunday Telegraph", yang membuat beberapa pernyataan:

  1. Pemerintah Inggris telah memulai sebuah penyelidikan terhadap sebuah lembaga amal, setelah lembaga amal tersebut dituduh mendanai ribuan poundsterling ke berbagai gerakan Islam di Palestina.
  2. Islamic Relief Foundation telah mentransfer uang sebanyak 325 ribu poundsterling ke sebuah universitas Islam di Gaza, dimana banyak tokoh-tokoh senior Hamas mengajar di sana, dan juga mentransfer uang sebesar 13.998 poundsterling ke sebuah lembaga amal bernama Jami’atul Ihsan Khairiyah yang di anggap oleh pemerintah AS sebagai pendukung gerakan teroris Jihad Islam.
  3. Agen keamanan Inggris menyatakan bahwa Islamic Relief Foundation menyalurkan uang sebesar 210.600 poundsterling ke enam organisasi yang memiliki link ke gerakan Hamas di Gaza pada tahun 2009.
  4. Komisi Amal akan memulai sebuah investigasi ke Islamic Relief Foundation.

Dalam foto artikel dengan jelas ditampilkan logo ‘Islamic Relief’

Semua pemberitaan diatas sama sekali tidak benar dan salah. Kami telah mengcopy artikel aslinya dari surat kabar Sunday Telegraph. Jika anda membacanya, anda akan melihat bahwa tidak ada satupun kata-kata yang menyebut "Islamic relief" di artikel tersebut.

Wassalam

Assalamu’alaikum wr wb

Kami telah menerima keberatan Islamic Relief pada tanggal 6 Mei dan 2 Juni 2010 dan untuk itu kami mencoba menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kami.

  1. Artikel yang kami muat, kami ambil dari situs Mafkarah Islam (islammemo.cc) dan kami terjemahkan secara bebas. Kami tidak tahu, apakah kami yang salah menterjemahkan atau memang begitulah adanya yang tertulis dalam artikel di situs Mafkarah Islam.
  2. Kami telah membaca ke artikel sumber asli yaitu situs Sunday Telegraph dan kami menemukan artikel tentang itu, dan memang tidak ada sama sekali yang menyebutkan "Islamic Relief".
  3. Keterlambatan kami merespon bukan disengaja, karena ada sedikit kesalahan teknis sehingga keterlambatan itu terjadi.
  4. Artikel kami tersebut telah kami hapus dari database kami sejak pertama kali kami mendapatkan email komplain dari Islamic Relief.
  5. Naiknya artikel tersebut murni adalah kesalahan kami dan kelalaian kami yang tidak melihat sumber langsung beritanya. Dan untuk itu kepada organisasai Islamic Relief seluruh dunia khususnya kantor pusat di Inggris, kami menyatakan meminta maaf yang sebesar-besarnya.
  6. Semoga ini menjadi pelajaran penting bagi kami dan semuanya, agar kesalahan serupa tidak terulang lagi.

Wassalamu’alaikum wr wb

Redaksi