Seruan Dari Banten: Bersiagalah Menuju Aksi Bela Islam III

ikoEramuslim.com – Yang publik tahu dari demo damai 411 yang lalu, Presiden Jokowi  menghindar ketemu ulama. Kabur lewat pintu belakang istana menuju bandara Soetta untuk meninjau suatu acara yang tak direncana.  Ini lucu-lucuan Jokowi yang kesekian kalinya,  beralasan jalan macet karena pendemo niat kembali ke istana tak kesampaian.  Artinya,  Jokowi sendiri sebenarnya sudah memalukan dan merendahkan kemampuan Paspampres.

Demo bermartabat yang berujung menjadi rusuh karena penyusup,  karena provokator yang sengaja membuat situasi kacau.  Aksi damai 411 jutaan ummat namun dibalas oleh aparat dengan penembakan dan serangan gas air mata tak menyuruti semangat jihad bela Alquran.  Justru kian menebal semangat melahirkan aksi bela Islam lanjutan.

Waktu dua pekan yang dijanjikan pemerintah untuk menyelesaikan kasus Ahok tidak diyakini ummat Islam sebagai penyelesaian.  Selama dua pekan ke depan pasca demo,  seruan tangkap Ahok atau revolusi jihad akan terus berkumandang.  Karena itu, pemerintah diminta jangan meremehkan persoalan kasus penistaan agama ini.

Mudah ditebak atau patut dicurigai, pemerintah akan bermain-main melalui gelar perkara terbuka kasus Ahok ini.  Sudah pasti yang dihadirkan nanti para saksi ahli yang pro Ahok.  Dan berbagai bumbu akrobat hukum dan politik lainnya.  Sementara Ahok tetap melenggang bebas.  Tetap bebas bersumpah serapah lagi.  Bebas membiarkan mulut kotornya tetap berlumuran kotoran,  menghina,  caci maki,  dan sebagainya.  Tentu, publik tidak bisa dibohongi.

Perang opini dua pekan ini akan jadi bola liar, sangat mungkin isu politik di parlemen jalanan akan mengarah pada tuntutan turunkan Jokowi, karena sangat kentara melindungi Ahok. Yang jelas sikap ulama tak kan berubah,  Ahok tetap salah telah melakukan penistaan agama.  Tuntutan tak kan pernah berubah,  Ahok tetap harus dipenjara.  Kemarahan massa pendemo 411 pun tak kan tertahankan sampai benar-benar polisi menangkap Ahok.

Jika demo 411 yang lalu saja dihadiri sekitar 2,3 juta massa,  maka eskalasi massa dalam aksi bela Islam jilid 3 yang akan datang sangat mungkin melibatkan massa jauh lebih besar,  dengan tuntutan politik lebih tinggi lagi.  Bisa jadi tragedi 1998 akan terulang.

Sikap pemerintah yang mencla-mencle,  Presiden Jokowi yang sudah terkunci,  Kapolri yang membela bahkan terkesan sebagai pengacara Ahok,  rasa-rasanya dugaan bahwa Ahok akan dipaksa bebas,  sangat mungkin terjadi,  dan memang kesana arahnya.  Sementara para ulama dan umat Islam yang sudah tersakiti juga tak akan rela Ahok bebas. Maka,  tak ada titik temu kecuali memang perlu people power. Tensi politik terus kan meningkat.

Kita akan buktikan pernyataan Presiden Joko Widodo yang  tidak akan melindungi Ahok. Rasanya,  tak ada yang perlu dipersiapkan ummat saat ini, kecuali siapkan ruhiyah,  fisik,  dan stamina untuk bersiap turun ke jalan lebih besar lagi.  Bersiap siagalah…!!! []

dikirim oleh: Iko Musmulyadi , direktur pendidikan sebuah pondok pesantren di kawasan Anyer, Banten

sumber; teropongsenayan