free hit counters
 

Said Ramadhan Al Buthi :”Aku Berangan-angan Kalau Aku Senilai Salah Satu Jari Hasan Nashrullah di Hadapan Allah”

Redaksi – Sabtu, 10 Jumadil Awwal 1434 H / 23 Maret 2013 20:23 WIB

Ulama sufi yang bermadzhab asy’ari ini –yang telah mencapai usia sangat tua lebih dari 80 tahun- memang sangat terkenal membenci kaum Ahlus Sunnah yang disebut sebagai wahabiyah.

Hal ini tidak lain kecuali karena kaum wahabiyah memerangi kesyirikan yang diserukan oleh Al-Buthy, seperti bolehnya beristighotsah kepada para wali yang telah meninggal dunia.
(lihatdihttp://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=67327, danhttp://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=24726)

Bahkan ia nekat berdusta untuk menjatuhkan kaum yang dituduh sebagai wahabiyah…

Kedustaan beliau inipun diikuti oleh para pecintanya di Indonesia.

Ternyata sang Mufti Suria ini membela si kafir murtad Basyaar Asad habis-habisan…, bahkan mengajak untuk berjihad bersama Basyar Asad….

Sungguh sebuah kehinaan…..

Berikut khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Al-Buthy pada tanggal 15 Februari 2013 lalu

Diantaranya ia berkata :
رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول في الحديث الصحيح : “الجهاد واجب عليكم خلف كل أمير يرا كان أو فاجرا وإن هو عمل الكبائر”. وأناس من أبناء جلدتنا يزعمون أنهم مسلمون يعرضون عن كلام رسول الله هذا ويجاهدون هؤلاء الأمراء ضد كلام رسول الله.

يجاهدون ضد هؤلاء الأمراء، بدلاً أن يجاهدون مع هؤلاء الأمراء. رسول الله يقول : الجهاد واجب خلف كل أمير براً كان أو فاجراً وإن هو عمل الكبائر”. إذًا فعَمَلُ الكبائر لا يكفر

“Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang shahih, “Jihad wajib atas kalian di belakang seluruh pemimpin yang baik maupun penguasa yang buruk, meskipun sang penguasa melakukan dosa-dosa besar”

Dan ada sebagian orang dari suku kita –mereka menyangka bahwa mereka adalah muslimun- mereka berpaling dari sabda Nabi ini dan mereka berjihad melawan para pemimpin tersebut. Seharusnya mereka berjihad bersama para penguasa tersebut akan tetapi mereka malah memerangi para penguasa tersebut. Padahal Rasulullah bersabda, “Jihad adalah wajib dibelakang (dipimpin) oleh seluruh penguasa, yang baik maupun yang fajir, meskipun sang penguasa melakukan dosa-dosa besar”. Dengan demikian melakukan dosa-dosa besar tidak menyebabkan kafirnya pelakunya….”

(http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=mm9-wlJ0WQg#),
silahkan lihat http://www.syrrevnews.com/archives/52283

Sungguh kehinaan dan kehinaan meliputi sang tokoh ulama Aswaja ini…

Ia meragukan keislaman para mujahidin yang berjihad

Ia malah membela thaghut Basyar Al-Asad sang penguasa kafir syi’ah nusyairiyah, yang dinyatakan oleh Al-Buuthy meskipun telah melakukan dosa-dosa besar maka wajib untuk berjihad bersamanya.

Maka sungguh tidak mengherankan jika kita mendapati sebagian kaum aswaja di Indonesia membela-bela syi’ah mati-matian…ternyata ulama mereka juga demikian ???

Para aswaja ekstrim sangat mencintai dan mengelu-elukan ulama Suria yang satu ini.

Diantara bentuk kesesatan Doktor Muhammad Sa’id Romadhon Al-Buuthy adalah :

Pertama : Pengagungannya terhadap tokoh syi’ah rafidhah Hasan Nashrullah, Al-Buuthy berkata :

“Aku berangan-angan kalau aku senilai salah satu jari Hasan Nashrullah di hadapan Allah” (silahkan lihat dihttps://www.youtube.com/watch?v=oXGMXgDs7s8)

Padahal Hasan Nasrullah telah membunuh ribuan rakyat Suria dengan jari-jarinya…

Kedua : Pengagungannya terhadap ayah Basyar yaitu Hafiz Al-Asad, yang telah membunuh 40 ribu muslim. Bahkan Al-Buthy menyolatkan mayat Hafiz Al-Asad dan menangis akan kepergian Hafiz al-Asad. Sehingga tidak mengherankan jika Al-Buuthy memuji Hafiz Al-Asad dengan pujian setinggi langit. (silahkan lihat https://www.youtube.com/watch?v=5SFJon6TANg)

Ketiga : Al-Buthy juga menuduh para mujahidin Suria ditunggangi oleh yahudi?? (silahkan lihathttps://www.youtube.com/watch?v=V5y1p78Zh5M)

Keempat : Al-Buuthy menuduh bahwa mayoritas mujahidin Suria tidak sholat (https://www.youtube.com/watch?v=NN9keO9QdVE )

Kelima : Al-Buthy mendoakan Basyaar al-Asad agar Allah menolongnya (silahkan lihat https://www.youtube.com/watch?v=HiX6KV1Iakc)

Keenam : Al-Buuthy memuji tentara thaghut Basyaar al-Asad setinggi langit, dan ia merasa malu hanya duduk di rumah tidak ikut berperang membantu pasukan Basyar al-Asad. Bahkan ia hampir menyamakan pasukan Basyaar dengan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (silahkan lihathttps://www.youtube.com/watch?v=8rqW_vaOCXk)

Sumber : dbs

(KabarDuniaIslam)

Suara Pembaca Terbaru

blog comments powered by Disqus